KONCOdewe.com – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu (30/9/2026) pagi.
Aktivitas erupsi tercatat terjadi pada pukul 08.02 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.676 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pengamatan Gunung Api, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa kolom abu yang keluar saat erupsi tampak berwarna putih hingga kelabu.
Abu vulkanik tersebut teramati bergerak ke arah timur laut dengan intensitas cukup tebal.
Aktivitas erupsi juga tercatat oleh alat seismograf. Berdasarkan laporan pengamatan, amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 155 detik.
Dalam laporan Badan Geologi disebutkan bahwa erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 08.02 WIB dengan kolom letusan teramati setinggi sekitar 1.000 meter dari atas puncak.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 30 September 2026, pukul 08:02 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.000 meter di atas puncak,” tulisnya dalam laporan dikutip dari Badan Geologi, Rabu (30/9/2026).
PVMBG Kembali Ingatkan Zona Berbahaya
Menyusul aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang berlaku di kawasan Gunung Semeru.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar wilayah tersebut, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari batas tepi sungai atau sempadan sungai yang berada di sepanjang Besuk Kobokan.
Pembatasan tersebut diberlakukan karena kawasan tersebut masih berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai hingga 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
PVMBG juga menetapkan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Area tersebut masih memiliki potensi bahaya berupa lontaran batu pijar.
Waspadai Awan Panas hingga Lahar
Selain erupsi, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir mengikuti jalur sungai maupun lembah yang berhulu dari kawasan puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan secara khusus diperlukan di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Ancaman lahar juga perlu diperhatikan pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.
Masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar Gunung Semeru diimbau selalu mengikuti perkembangan dan informasi resmi dari PVMBG.
Warga juga diminta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik. (kangtop)












