Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 20.300 per Kg, Kemasan Bermerek Malah Naik

Kombis35 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga minyak goreng di pasar tradisional secara nasional menunjukkan pergerakan berbeda pada Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, minyak goreng curah turun Rp 100 menjadi Rp 20.300 per kilogram.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek justru mengalami kenaikan.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat naik Rp 50 menjadi Rp 24.400 per kilogram, sedangkan merek 2 meningkat Rp 50 menjadi Rp 23.600 per kilogram.

Perbedaan pergerakan harga ini dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat saat memilih minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.

Di luar komoditas minyak goreng, sejumlah bahan pangan lainnya juga mengalami perubahan harga.

Cabai rawit merah mencapai Rp 103.450 per kilogram setelah naik Rp 2.900 atau 2,88 persen.

Cabai merah keriting meningkat Rp 9.600 menjadi Rp 84.300 per kilogram, sementara cabai merah besar naik Rp 7.800 menjadi Rp 70.950 per kilogram.

Adapun cabai rawit hijau bertambah Rp 6.550 menjadi Rp 76.850 per kilogram.

Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp 250 menjadi Rp 37.050 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga turun Rp 150 menjadi Rp 38.800 per kilogram.

Untuk beras, kualitas bawah I tetap Rp 14.900 per kilogram, sedangkan bawah II naik Rp 50 menjadi Rp 14.750.

Beras medium I meningkat Rp 50 menjadi Rp 16.650 per kilogram, sementara medium II bertahan di Rp 16.400.

Beras super I tetap Rp 17.950, sedangkan super II naik Rp 50 menjadi Rp 17.400 per kilogram.

Harga daging ayam ras segar turun Rp 550 menjadi Rp 41.350 per kilogram.

BACA:  Harga Minyak Goreng 6 Oktober 2026, Kemasan Bermerk 2 Naik Jadi Rp23.600 per Kilogram

Sebaliknya, daging sapi kualitas I naik Rp 100 menjadi Rp 152.650 per kilogram, sedangkan kualitas II meningkat Rp 600 menjadi Rp 144.000 per kilogram.

Di kelompok gula, gula pasir premium naik Rp 150 menjadi Rp 20.500 per kilogram, sementara gula pasir lokal bertambah Rp 100 menjadi Rp 19.250 per kilogram.

Adapun telur ayam ras segar turun Rp 150 menjadi Rp 29.700 per kilogram.

Data PIHPS Bank Indonesia tersebut merupakan rata-rata harga pangan di pasar tradisional dari seluruh provinsi.

Harga yang berlaku di tingkat konsumen dapat berbeda di setiap daerah, bergantung pada pasokan, permintaan, dan kondisi pasar setempat. (kangtop)