Ternyata Kurma Punya Banyak Nutrisi, Ini Jenis, Porsi, dan Waktu Terbaik Memakannya

Kesehatan54 Dilihat

KONCOdewe.com – Kurma sudah lama menjadi salah satu makanan yang identik dengan bulan Ramadhan.

Buah berwarna cokelat dengan bentuk khas ini hampir selalu hadir di meja makan ketika waktu berbuka tiba.

Selain memiliki rasa manis alami, kurma juga menyimpan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Tidak mengherankan jika buah ini kerap menjadi pilihan untuk mengawali santapan setelah seharian menahan lapar dan haus.

Namun, manfaat kurma juga perlu dilihat dari jenis, jumlah, serta cara mengonsumsinya.

Kurma segar atau kurma tanpa tambahan gula tentu berbeda dengan produk kurma yang telah diolah menjadi manisan.

Kurma Mengandung Beragam Nutrisi

Kurma merupakan buah yang mengandung sejumlah vitamin dan mineral.

Mengacu pada buku Health Secret of Dates (2013) karya Pangkalan Ide, kurma antara lain mengandung vitamin A dan vitamin B2 atau riboflavin.

Selain itu, buah ini juga menyediakan berbagai zat gizi seperti zat besi, vitamin B, asam nikotinat, tiamin, niasin, kalium, magnesium, kalsium, serta serat.

Kandungan tersebut memiliki peran yang beragam bagi tubuh. Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam berbagai proses metabolisme, sementara serat dapat mendukung fungsi pencernaan.

Kurma juga dikenal memiliki kandungan lemak yang relatif rendah. Di sisi lain, kandungan karbohidratnya cukup tinggi sehingga buah ini dapat menjadi salah satu sumber energi.

Karena karakter tersebut, kurma menjadi makanan yang menarik untuk dikonsumsi setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama berjam-jam.

Kurma Segar Lebih Baik daripada Kurma dengan Tambahan Gula?

Di pasaran, masyarakat dapat menemukan berbagai macam kurma.

Ada kurma segar atau kurma yang masih dalam bentuk alami, tetapi ada pula produk yang telah mengalami pengolahan dan mendapatkan tambahan bahan tertentu.

BACA:  Banyak Orang Menjalani Puasa, Tapi Tidak Semua Menyadari Manfaat Besarnya bagi Tubuh

Mengacu pada buku Yummy & Healthy Low Sugar Food Tajil Sehat Rendah Gula (2009) karya Hindah Muaris, kurma segar atau kurma murni dapat menjadi pilihan yang lebih baik karena tidak mendapatkan tambahan gula seperti pada sebagian produk kurma manisan.

Hal ini penting diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang sedang berusaha mengontrol asupan gula.

Kurma memang secara alami memiliki rasa manis karena mengandung gula dan karbohidrat.

Namun, ketika produk kurma mendapatkan tambahan gula, total asupan gula yang masuk ke tubuh tentu dapat menjadi lebih tinggi.

Karena itu, membaca label kemasan menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan sebelum membeli.

Pilih produk yang tidak memiliki tambahan gula berlebihan jika ingin menikmati kurma sebagai bagian dari pola makan yang lebih seimbang.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Kurma

Meskipun memiliki kandungan gizi yang baik, kurma tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Rasa manis dan kandungan karbohidratnya membuat buah ini sebaiknya tidak dimakan tanpa memperhatikan porsinya.

Dalam sumber yang menjadi rujukan, konsumsi kurma untuk membantu memenuhi kebutuhan kalium disebut sekitar 65 gram atau maksimal lima butir kurma kering per hari.

Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda.

Jumlah tersebut tidak harus dianggap sebagai aturan mutlak untuk semua orang karena kebutuhan nutrisi dipengaruhi usia, kondisi tubuh, aktivitas fisik, serta pola makan secara keseluruhan.

Yang paling penting adalah menjaga agar konsumsi kurma tetap menjadi bagian dari pola makan yang seimbang, bukan satu-satunya sumber nutrisi.

Berbuka dengan Kurma dan Air Putih

Kurma juga memiliki tempat khusus dalam kebiasaan berbuka puasa. Buah ini dapat dikonsumsi bersama air putih sebelum melanjutkan dengan makanan utama.

Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan cairan dan sumber energi.

BACA:  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Sold Out! SUGBK Bersiap Dipenuhi Suporter Indonesia vs Thailand

Karbohidrat dalam kurma dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi, sementara air putih membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah berjam-jam tidak minum.

Memulai berbuka dengan makanan dalam jumlah ringan juga dapat memberikan waktu bagi tubuh untuk kembali menyesuaikan diri sebelum menerima makanan dalam porsi lebih besar.

Karena itu, kurma dan air putih dapat menjadi pilihan sederhana untuk mengawali waktu berbuka sebelum dilanjutkan dengan makanan utama yang bergizi dan seimbang.

Manisnya Kurma Perlu Tetap Dikontrol

Rasa manis alami membuat kurma mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa terasa.

Padahal, semakin banyak kurma yang dimakan, semakin besar pula asupan energi dan gula yang masuk ke tubuh.

Hal tersebut menjadi alasan pentingnya memperhatikan porsi, terutama bagi orang yang sedang mengatur asupan gula atau energi harian.

Kurma juga tidak perlu diposisikan sebagai makanan yang secara otomatis lebih sehat dalam kondisi apa pun.

Cara pengolahan, tambahan gula, jumlah konsumsi, serta makanan lain yang dikonsumsi bersamaan tetap perlu diperhatikan.

Kurma memang memiliki banyak keunggulan sebagai salah satu pilihan makanan saat berbuka.

Kandungan karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat membuat buah ini dapat menjadi bagian dari menu  yang bergizi.

Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika kurma dikonsumsi secara bijak.

Pilih kurma dengan sedikit atau tanpa tambahan gula, perhatikan jumlah yang dimakan, serta lengkapi menu berbuka dengan air putih, sayuran, protein, dan sumber makanan bergizi lainnya.

Dengan begitu, kurma tidak hanya menjadi makanan khas Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan makan yang lebih seimbang selama menjalankan ibadah puasa. (kangtop)