Kesepakatan Iran–AS di Depan Mata, Tapi Ada Pihak yang Berusaha Menggagalkan

Politik3 Dilihat

KONCOdewe.com – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut bahwa proses kesepakatan antara Teheran dan Washington masih menghadapi banyak penolakan dari berbagai pihak.

Terutama Israel yang disebut sebagai aktor utama penentang perjanjian tersebut.

Mengtutip Antara, dalam pernyataannya di televisi nasional Iran, Araghchi menegaskan bahwa ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia menyebut kelompok tersebut terus mencari alasan untuk menghambat proses negosiasi yang sedang berjalan.

Sebelumnya, pada 28 Februari, dilaporkan terjadi serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran yang menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Situasi tersebut kemudian diikuti dengan pengumuman gencatan senjata pada 7 April yang hingga kini masih dinyatakan berlaku secara resmi.

Meski demikian, kedua negara masih tercatat beberapa kali terlibat dalam aksi saling serang terbatas melalui operasi militer tertentu.

Di sisi lain, pembahasan kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut dengan fokus pada penyusunan kerangka nota kesepahaman untuk meredakan konflik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (13/6) menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan damai dengan Iran dijadwalkan berlangsung pada Minggu (14/6).

Ia menyebut kesepakatan tersebut akan segera difinalisasi melalui pengumuman resmi.

Trump juga mengklaim bahwa setelah kesepakatan tercapai, Selat Hormuz akan kembali dibuka.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak lagi akan mengejar senjata nuklir dalam bentuk apa pun, baik melalui produksi maupun pembelian.

Lebih lanjut, Trump menyebut hubungan kedua negara kini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada transfer dana dari Amerika Serikat kepada Iran dalam kesepakatan tersebut.

BACA:  Usai Evaluasi MBG dan Muncul Kasus Korupsi, Prabowo Resmi Tunjuk Pimpinan Baru BGN

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan damai AS–Iran juga telah memasuki tahap akhir dan direncanakan dilakukan secara elektronik.

Pemerintah Pakistan bersama Arab Saudi disebut menyambut baik perkembangan tersebut.

Di tengah proses negosiasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tetap mempertahankan sikap bahwa pengelolaan uranium yang diperkaya harus tetap dilakukan di dalam wilayah Iran sebagai bagian dari kesepakatan yang dapat diterima. (kangtop)