Gempa M 7,1 Menghantam Jepang, Tsunami Sempat Diwaspadai lalu Dicabut, Begini Dampak yang Terjadi

Kabar33 Dilihat

KONCOdewe.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat.

Guncangan kuat tersebut sempat memicu peringatan tsunami di kawasan Laut Ariake dan Laut Yatsushiro sebelum akhirnya dicabut oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Mengutip Antara, berdasarkan informasi JMA, gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu Jepang atau 14.27 WIB.

Episentrum berada di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Getaran terkuat mencapai intensitas 7 dalam skala seismik Jepang di Kota Uki dan Kota Hikawa, sementara sejumlah wilayah di sekitarnya mengalami guncangan dengan intensitas upper 6.

Akibat gempa tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Otoritas pemadam kebakaran setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan, termasuk kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Selain korban luka, perusahaan penyedia listrik setempat memperkirakan sekitar 48 ribu rumah mengalami pemadaman listrik akibat gangguan yang dipicu gempa.

Guncangan juga dirasakan hingga prefektur lain di sekitar Kumamoto, seperti Kagoshima, Fukuoka, dan Saga, dengan intensitas yang bervariasi.

Meski demikian, Kyushu Electric Power memastikan tidak ditemukan gangguan operasional maupun kerusakan pada fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Sendai di Prefektur Kagoshima dan PLTN Genkai di Prefektur Saga setelah gempa terjadi.

Dalam perkembangan terbaru hingga pukul 16.18 WIB, Badan Meteorologi Jepang resmi mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya diterbitkan sesaat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Meski ancaman tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. (kangtop)