Sebelum Belanja, Cek Dulu Harga Beras Terbaru 7 Oktober 2026, Ada yang Naik Rp50 hingga Turun Rp50

Kombis86 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga beras menjadi salah satu komoditas pangan yang menarik perhatian dalam perdagangan nasional pada Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia, sejumlah jenis beras tercatat mengalami pergerakan harga, meski sebagian lainnya masih bertahan pada level sebelumnya.

Data yang dilansir pada Rabu (7/10/2026) pukul 13.34 WIB menunjukkan harga beras kualitas bawah hingga premium berada dalam rentang yang berbeda sesuai jenisnya.

Kondisi ini menggambarkan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar nasional masih bergerak dinamis.

Harga Beras 7 Oktober 2026

Untuk beras kualitas bawah I, harga rata-rata tercatat Rp14.900 per kilogram dan belum mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, beras kualitas bawah II berada di angka Rp14.750 per kilogram, naik Rp50.

Beras medium I juga mengalami kenaikan Rp50 sehingga mencapai Rp16.650 per kilogram. Adapun beras medium II tercatat Rp16.450 per kilogram, juga naik Rp50.

Pada kelompok beras premium, harga beras super I masih bertahan di Rp17.950 per kilogram. Sedangkan beras super II turun Rp50 menjadi Rp17.300 per kilogram.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga beras tidak bergerak seragam.

Ada jenis yang mengalami kenaikan, ada yang turun, sementara beberapa lainnya masih berada di harga sebelumnya.

Harga Daging Ayam Justru Turun

Di tengah perubahan harga beras, daging ayam ras segar justru mengalami penurunan.

Harga rata-ratanya berada di Rp41.150 per kilogram, turun Rp750 atau sekitar 1,79 persen.

Penurunan harga ayam menjadi salah satu perubahan pada kelompok komoditas pangan hewani.

Meski demikian, selisih harganya masih cukup jauh jika dibandingkan dengan daging sapi.

BACA:  Emas Masih Tenang di Awal Pekan, Ini Daftar Harga Terbaru UBS, Antam, dan Galeri24

Daging Sapi Masih di Atas Rp140 Ribu

Harga daging sapi kualitas 1 tercatat Rp153.400 per kilogram, naik Rp950 dari periode sebelumnya.

Sementara daging sapi kualitas 2 berada di level Rp144.500 per kilogram, setelah mengalami kenaikan Rp1.200.

Dengan demikian, harga daging sapi masih berada jauh di atas harga daging ayam ras segar maupun sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Cabai Mengalami Kenaikan

Perubahan yang cukup mencolok terlihat pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar naik Rp9.600 menjadi Rp70.700 per kilogram.

Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan Rp9.550 dan kini berada di Rp81.900 per kilogram.

Sementara cabai rawit hijau naik Rp6.350 menjadi Rp75.650 per kilogram. Untuk cabai rawit merah, harganya mencapai Rp100.900 per kilogram, naik Rp350.

Harga tersebut membuat cabai rawit merah masih menjadi salah satu komoditas pangan dengan nilai jual yang cukup tinggi dalam data perdagangan nasional tersebut.

Bawang, Telur, Gula dan Minyak

Pada komoditas bawang, harga bawang putih ukuran sedang naik Rp150 menjadi Rp39.050 per kilogram.

Sebaliknya, bawang merah ukuran sedang turun Rp600 menjadi Rp36.700 per kilogram.

Harga telur ayam ras segar juga mengalami penurunan. Komoditas tersebut berada di level Rp29.600 per kilogram, turun Rp250.

Untuk gula pasir, harga gula premium masih bertahan di Rp20.350 per kilogram. Sementara gula pasir lokal naik Rp100 menjadi Rp19.250 per kilogram.

Adapun minyak goreng curah tercatat Rp20.450 per kilogram, naik Rp50 dibandingkan sebelumnya.

Harga Pangan Masih Bergerak Dinamis

Data PIHPS Nasional 7 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa pergerakan harga pangan berlangsung beragam.

Beras sebagai salah satu kebutuhan pokok utama menunjukkan perubahan pada beberapa kelas, sementara daging ayam dan telur mengalami penurunan.

BACA:  Harga Cabai Kompak Turun di Awal Juli 2026, Cabai Rawit Merah Kini Rp62.100 per Kilogram

Di sisi lain, harga cabai justru bergerak naik cukup besar.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memantau harga pangan secara berkala karena perubahan di tingkat pasar dapat terjadi dari waktu ke waktu.

Bagi masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha makanan, perkembangan harga beras dan komoditas pangan lainnya dapat menjadi pertimbangan dalam mengatur kebutuhan belanja sehari-hari. (kangtop)