KONCOdewe.com – Cabai rawit termasuk salah satu tanaman yang terkenal mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan cepat di berbagai kondisi.
Selain perawatannya yang sederhana, tingginya permintaan cabai rawit di Indonesia membuat tanaman ini menjadi salah satu komoditas yang cukup menguntungkan untuk dibudidayakan.
Tak heran jika banyak orang mulai melirik budidaya cabai rawit sebagai pilihan berkebun di rumah.
Bahkan, jika tidak memiliki lahan luas, cabai rawit tetap bisa ditanam menggunakan polybag yang dapat diletakkan di pekarangan, teras, atau sudut halaman rumah.
Menariknya lagi, cabai rawit juga bisa dibudidayakan secara organik sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.
Mengutip kanal YouTube Tanaman Rumah, berikut langkah-langkah menanam cabai rawit di polybag yang bisa diterapkan di rumah.
Persiapan bibit cabai rawit
Tahap awal dalam budidaya cabai rawit adalah menyiapkan bibit melalui proses penyemaian biji.
Biji cabai bisa diperoleh dari buah cabai rawit yang sudah matang dan tua.
Untuk mendapatkan bibit yang baik, biji cabai harus dipisahkan dari daging buahnya terlebih dahulu.
Setelah itu, rendam biji dalam air dan pilih biji yang tenggelam karena biasanya lebih berkualitas.
Biji yang sudah dipilih kemudian ditiriskan dan dijemur hingga kering sebelum siap digunakan untuk penyemaian.
Proses penyemaian benih
Setelah biji siap, langkah berikutnya adalah proses penyemaian.
Media semai yang digunakan berupa campuran tanah humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, kemudian diaduk hingga merata.
Media tersebut dimasukkan ke dalam wadah seperti botol plastik atau tray semai.
Biji cabai kemudian ditaburkan secara merata dengan jarak tidak terlalu rapat, lalu ditutup tipis menggunakan tanah.
Setelah itu, lakukan penyiraman secara perlahan hingga cukup lembap.
Wadah semai kemudian ditutup plastik gelap dan ditempatkan di lokasi teduh.
Biasanya, tunas akan mulai muncul dalam waktu 3–5 hari. Selama masa ini, penyiraman cukup dilakukan setiap hari tanpa perlu tambahan pupuk.
Pemindahan ke polybag
Setelah bibit berumur sekitar dua minggu dan mulai tumbuh kuat, bibit siap dipindahkan ke polybag.
Media tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1, ditambah kompos daun serta arang kayu yang telah dihaluskan.
Semua bahan dicampur hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam polybag berukuran sekitar 40×50 cm.
Bibit dicabut secara hati-hati agar akar tidak rusak, sebaiknya dilakukan setelah media semai disiram terlebih dahulu agar lebih mudah dilepas.
Bibit kemudian ditanam ke dalam polybag yang sudah disiapkan dan dipadatkan secara perlahan agar tanaman berdiri kokoh.
Perawatan tanaman cabai rawit
Agar tanaman cabai tumbuh subur dan cepat berbuah, diperlukan perawatan yang rutin dan tepat.
Penyiraman
Lakukan penyiraman dua kali sehari, yaitu pagi dan sore, agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.
Pengendalian hama
Untuk mencegah serangan hama dan jamur, dapat digunakan pestisida organik yang terbuat dari bawang putih atau bahan alami lainnya.
Larutan ini tidak hanya mengusir hama tetapi juga membantu menjaga kesuburan daun.
Pemupukan
Sebagai pupuk tambahan, beberapa petani rumahan menggunakan larutan micin dengan dosis satu sendok makan dicampur dua liter air.
Larutan ini diaplikasikan setiap 5–7 hari sekali hingga tanaman mulai berbunga.
Saat tanaman sudah berbuah, pemberian tetap dilakukan dengan dosis yang disesuaikan, yakni sekitar 250 ml per polybag setiap 5–7 hari sekali untuk menjaga produktivitas tanaman. (kangtop)











