Cara Menanam Cabai Rawit dari Nol hingga Panen, Cocok untuk Pemula

Hobi12 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga cabai, termasuk cabai rawit, dikenal sangat mudah mengalami naik turun atau fluktuasi yang cukup tajam.

Kondisi ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat, terutama ketika harga melonjak tinggi.

Dalam situasi ekonomi yang masih belum stabil seperti pascapandemi, tingginya harga cabai bisa menjadi beban tambahan bagi konsumen.

Karena itulah, menanam cabai rawit di rumah menjadi salah satu solusi yang cukup efektif untuk menghemat pengeluaran sekaligus mendapatkan cabai segar yang bisa dipetik kapan saja sesuai kebutuhan.

Lalu, bagaimana cara menanam cabai rawit yang cocok untuk pemula?

Mengutip kanal YouTube Makmur Farm, berikut langkah-langkah menanam cabai rawit dari awal hingga berbuah.

  1. Menyiapkan media tanah

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan tanah sebagai media tanam utama.

Tanah yang baik akan sangat berpengaruh pada keberhasilan pertumbuhan cabai.

  1. Menyiapkan benih cabai

Selanjutnya, siapkan buah cabai rawit yang sudah matang. Biji cabai dapat diambil dengan cara memisahkan dari daging buahnya, kemudian digunakan sebagai benih untuk disemai.

  1. Menyiapkan pot tanam

Gunakan pot berukuran kecil hingga sedang yang memiliki lubang drainase di bagian bawah.

Lubang tersebut sebaiknya ditutup menggunakan kerikil kecil agar air tidak langsung keluar, kemudian isi dengan media tanam.

  1. Menyiapkan campuran media tanam

Media tanam ideal terdiri dari sekitar 70% pupuk organik dan 30% tanah berpasir.

Campuran ini dapat membantu meningkatkan tingkat keberhasilan perkecambahan hingga mencapai 90–95%.

Masukkan campuran tersebut ke dalam pot, lalu ratakan agar tidak ada rongga udara yang berlebihan.

  1. Penyiraman awal dan penaburan benih

Setelah media tanam siap, siram tanah hingga cukup lembap. Kemudian taburkan biji cabai rawit secara merata di permukaan tanah tanpa saling bertumpukan.

BACA:  Rahasia Menanam Cabai Agar Lebih Pedas, Ternyata Ini Kuncinya

Setelah itu, tutup kembali benih dengan lapisan tipis media tanah.

  1. Penyiraman dan proses penyimpanan

Siram kembali pot secara perlahan hingga tanah lembap merata. Simpan pot di tempat teduh atau area dengan cahaya matahari tidak langsung.

Dalam waktu 8–12 hari, biasanya benih mulai berkecambah.

  1. Perawatan saat bibit mulai tumbuh

Ketika daun mulai muncul, penyiraman dapat dilakukan menggunakan botol plastik yang sudah diberi lubang kecil pada tutupnya agar air keluar lebih lembut dan tidak merusak tanaman muda.

  1. Pemindahan bibit ke pot baru

Setelah sekitar 25 hari dan tanaman memiliki 3–4 helai daun sejati, bibit sudah siap dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan media tanam baru agar pertumbuhan lebih optimal.

  1. Menyiapkan media tanam lanjutan

Campuran media tanam baru terdiri dari 50% tanah kebun, 30% kompos organik, dan 20% cocopeat atau sabut kelapa.

Media ini memberikan struktur tanah yang lebih gembur dan kaya nutrisi.

  1. Penanaman ulang di pot besar

Bibit ditanam dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Berikan jarak antar tanaman sekitar 15–18 cm agar pertumbuhan tidak saling mengganggu.

Setelah itu, lakukan penyiraman hingga tanah lembap.

  1. Masa adaptasi tanaman

Selama 2–3 hari setelah pindah tanam, letakkan tanaman di tempat teduh dengan cahaya tidak langsung.

Penyiraman cukup dilakukan saat permukaan tanah mulai mengering.

  1. Pemangkasan awal

Setelah beberapa hari, bagian pucuk tanaman dapat dipangkas untuk merangsang pertumbuhan cabang samping agar tanaman menjadi lebih rimbun dan produktif.

  1. Perawatan lanjutan hingga produktif

Dalam beberapa minggu, tanaman akan tumbuh lebih lebat dengan banyak cabang. Perawatan rutin diperlukan hingga tanaman memasuki masa berbuah.

  1. Perawatan hingga masa panen

Tanaman cabai membutuhkan sinar matahari sekitar 5–6 jam per hari.

BACA:  Harga Cabai dan Telur Masih Tinggi, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru

Pemupukan organik juga perlu dilakukan secara rutin, sementara penyiraman harus disesuaikan agar tidak berlebihan.

Untuk membantu penyerbukan, tanaman bisa digoyangkan secara perlahan atau menanam beberapa batang dalam satu pot agar hasil lebih maksimal.

Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar tanaman harus segera dibersihkan karena dapat mengganggu penyerapan nutrisi.

Yang tak kalah penting, hindari penyiraman berlebihan karena dapat memicu penyakit jamur dan hama pada tanaman cabai. (kangtop)