Cara Menanam Pohon Ceremai agar Cepat Berbuah, Mudah Dirawat dan Cocok Dijadikan Tanaman Pekarangan

Hobi57 Dilihat

KONCOdewe.com – Ceremai menjadi salah satu tanaman buah yang cukup mudah dibudidayakan di Indonesia.

Selain dikenal tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, pohon ini juga tidak membutuhkan perawatan yang rumit.

Tak heran jika sejak dahulu ceremai banyak ditanam di halaman rumah sebagai tanaman peneduh sekaligus penghasil buah yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Bagi masyarakat yang ingin menghadirkan kembali tanaman lokal di pekarangan, ceremai bisa menjadi pilihan yang menarik.

Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman ini mampu tumbuh subur dan menghasilkan buah secara rutin sepanjang tahun.

  1. Syarat Tumbuh yang Tidak Rumit

Salah satu keunggulan pohon ceremai adalah kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Tanaman ini tidak memerlukan persyaratan khusus untuk dapat tumbuh dengan baik.

Namun, pertumbuhan akan lebih optimal apabila ditanam di wilayah beriklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Ceremai sangat cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan suhu udara berkisar 30 hingga 35 derajat Celsius.

Pada kondisi tersebut, tanaman umumnya lebih cepat berbunga dan menghasilkan buah yang lebih lebat.

Selain itu, lahan tanam sebaiknya memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang, serta memperoleh paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari.

  1. Memilih Bibit Berkualitas

Bibit ceremai dapat diperoleh melalui beberapa metode perbanyakan. Cara paling sederhana adalah menggunakan biji yang berasal dari buah matang.

Namun, metode ini membutuhkan waktu yang relatif lama karena tanaman baru mulai berbuah sekitar empat tahun setelah ditanam.

Sementara itu, bagi yang menginginkan hasil lebih cepat, bibit hasil cangkok, okulasi, maupun grafting menjadi pilihan yang lebih efektif.

BACA:  Waspada Hama Thrips pada Tanaman Cabai, Kenali Ciri-Cirinya dan Cara Mengatasinya Sejak Dini

Tanaman dari metode vegetatif tersebut umumnya sudah mampu menghasilkan buah dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

  1. Langkah-Langkah Penanaman

Sebelum proses penanaman dilakukan, siapkan terlebih dahulu lahan yang akan digunakan.

Jika menanam lebih dari satu pohon, berikan jarak tanam sekitar 4 x 6 meter agar setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh yang cukup.

Selanjutnya buat lubang tanam berukuran kurang lebih 30 x 30 x 30 sentimeter.

Lubang tersebut sebaiknya dibiarkan terbuka selama beberapa hari sebelum diisi pupuk organik sebanyak 5 hingga 10 kilogram.

Langkah ini bertujuan memperbaiki struktur tanah sekaligus menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Setelah media siap, bibit ceremai dapat dimasukkan ke dalam lubang tanam, kemudian ditimbun kembali menggunakan tanah hingga posisi tanaman berdiri tegak.

Tahap terakhir adalah melakukan penyiraman secukupnya agar kelembapan tanah tetap terjaga.

Pada masa awal pertumbuhan, penyiraman sebaiknya dilakukan setiap hari.

Terutama apabila tanaman ditanam di daerah yang memiliki curah hujan rendah atau kondisi tanah yang cepat mengering.

  1. Perawatan Agar Pohon Rajin Berbuah

Meski termasuk tanaman yang mudah dirawat, ceremai tetap membutuhkan pemeliharaan secara berkala agar pertumbuhannya maksimal dan produksi buah tetap stabil.

Penyiraman rutin menjadi langkah penting pada fase awal pertumbuhan.

Selain itu, area di sekitar batang perlu dibersihkan dari gulma melalui penyiangan dan pendangiran setiap satu hingga dua bulan sekali agar unsur hara tidak berebut dengan tanaman liar.

Pemupukan juga perlu dilakukan secara teratur. Pada awal pertumbuhan, pupuk NPK khusus bunga dapat diberikan setiap bulan untuk merangsang pembungaan.

Setelah itu, pemberian pupuk dapat dilanjutkan menggunakan NPK buah guna mendukung pembentukan dan perkembangan buah.

Perawatan lain yang tidak kalah penting adalah melakukan pemangkasan atau perompesan sejak tanaman masih muda.

BACA:  Cabai Gagal Berbuah dan Rontok? Ternyata Ini Biang Kerok yang Sering Diabaikan!

Langkah ini bertujuan merangsang munculnya lebih banyak cabang, karena buah ceremai umumnya tumbuh pada batang dan cabang utama.

Selain itu, pengendalian hama juga perlu diperhatikan.

Hama seperti belalang atau serangga pemakan daun dapat dikendalikan secara manual dengan mengambilnya langsung dari tanaman.

Jika serangan cukup berat, penggunaan pestisida sesuai dosis anjuran dapat menjadi alternatif untuk menjaga kesehatan tanaman.

  1. Waktu Panen yang Relatif Cepat

Salah satu keunggulan ceremai adalah kemampuannya berbuah secara berkala.

Dalam kondisi pertumbuhan yang baik, pohon ini dapat dipanen sekitar setiap tiga bulan sekali.

Menariknya, setelah seluruh buah dipetik, tanaman biasanya kembali mengeluarkan bunga dalam waktu kurang lebih dua minggu.

Tidak lama kemudian, bunga tersebut berkembang menjadi bakal buah berwarna hijau muda yang akan terus membesar hingga matang.

Buah ceremai siap dipanen ketika kulitnya berubah menjadi kuning cerah.

Pada fase inilah rasa buah sudah berkembang sempurna dan siap dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk seperti manisan, selai, sirup, hingga campuran aneka masakan tradisional.

Dengan teknik budidaya yang relatif sederhana serta masa panen yang berulang, ceremai menjadi salah satu tanaman buah lokal yang layak kembali dikembangkan.

Selain mempercantik pekarangan, pohon ini juga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menyediakan buah kaya vitamin yang baik untuk kesehatan keluarga. (kangtop)