Mengenal Durian, Raja Buah Tropis yang Kaya Varietas dan Jadi Primadona Nusantara

Hobi47 Dilihat

KONCOdewe.com – Durian (Durio zibethinus Murr) merupakan salah satu buah tropis yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.

Aroma yang kuat, cita rasa manis legit, serta tekstur daging buah yang lembut membuat durian dijuluki sebagai raja buah di berbagai negara Asia Tenggara.

Tak hanya dinikmati dalam keadaan segar, durian juga telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai olahan tradisional maupun modern.

Saat musim panen tiba, produksi durian biasanya melimpah, terutama di daerah-daerah sentra penghasil.

Kondisi tersebut membuat masyarakat sejak dahulu memiliki berbagai cara untuk mengawetkan maupun mengolah buah ini agar dapat dikonsumsi lebih lama.

Di berbagai daerah, durian menjadi campuran aneka makanan tradisional seperti jenang, dodol, hingga ketan santan.

Seiring berkembangnya industri pangan, cita rasa durian kini hadir dalam beragam produk modern, mulai dari es krim, permen, susu, minuman, kue, hingga berbagai dessert yang banyak digemari masyarakat.

Asal Usul Durian

Para ahli meyakini durian berasal dari kawasan Asia Tenggara, terutama Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan.

Dari wilayah tersebut, tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia sebelum akhirnya berkembang ke Thailand, Myanmar, India, hingga Pakistan.

Tidak sedikit pula literatur yang menyebutkan bahwa durian merupakan salah satu tanaman buah tropis asli Indonesia.

Hal itu didukung oleh banyaknya plasma nutfah durian lokal yang masih tumbuh alami di berbagai hutan maupun kebun masyarakat.

Klasifikasi Ilmiah Durian

Secara ilmiah, tanaman durian memiliki klasifikasi sebagai berikut:

  • Kingdom: Plantae
  • Subkingdom: Tracheobionta
  • Superdivisi: Spermatophyta
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Subkelas: Dilleniidae
  • Ordo : Malvales
  • Famili : Bombacaceae
  • Genus : Durio
  • Spesies : Durio zibethinus Murr.

Ciri-Ciri Pohon Durian

Pohon durian termasuk tanaman berkayu yang mampu tumbuh sangat tinggi, bahkan dapat mencapai sekitar 40 meter.

Batangnya kokoh dengan kulit berwarna cokelat kemerahan yang mudah mengelupas secara tidak beraturan.

Pada bagian pangkal batang umumnya terdapat banir atau akar papan yang berfungsi menopang pohon berukuran besar.

Tajuk pohonnya tampak rindang namun tidak terlalu rapat sehingga sinar matahari masih dapat menembus sela-sela cabang.

Berbeda dengan beberapa tanaman buah lainnya, pergantian daun durian tidak dipengaruhi musim tertentu.

Daun-daun tua akan gugur pada waktu tertentu untuk memberi ruang bagi pertumbuhan tunas baru.

BACA:  Rahasia Menanam Cabai Agar Lebih Pedas, Ternyata Ini Kuncinya

Daun durian berbentuk lonjong hingga lanset dengan susunan berseling.

Permukaan atas berwarna hijau mengilap, sedangkan bagian bawah tampak keperakan hingga keemasan karena tertutup sisik halus berbentuk bintang yang menjadi ciri khas tanaman ini.

Bunga Harum yang Mengundang Kelelawar

Salah satu keunikan tanaman durian terletak pada bunganya. Bunga tidak tumbuh di ujung ranting, melainkan langsung muncul dari batang maupun cabang-cabang tua.

Setiap tangkai bunga dapat menghasilkan tiga hingga sepuluh kuntum yang tersusun dalam bentuk malai atau tandan.

Kuncup bunga berbentuk bulat dengan diameter sekitar dua sentimeter sebelum akhirnya mekar menjelang sore hari.

Saat mekar, bunga durian mengeluarkan aroma harum yang cukup kuat.

Wangi tersebut bukan tanpa tujuan, melainkan untuk menarik perhatian kelelawar yang menjadi penyerbuk alami paling efektif bagi tanaman durian.

Setelah proses penyerbukan berlangsung, bunga akan berkembang menjadi bakal buah.

Karakteristik Buah Durian

Buah durian berbentuk bulat, lonjong, atau menyerupai telur dengan panjang yang dapat mencapai 25 sentimeter dan diameter sekitar 20 sentimeter.

Kulit buah sangat tebal serta dipenuhi tonjolan runcing yang sering disebut duri, meskipun secara botani bukan termasuk duri sejati.

Selama proses pembesaran buah di pohon, terjadi persaingan antarbuah dalam satu tandan.

Akibatnya, hanya beberapa buah yang mampu berkembang hingga matang sempurna, sementara sisanya gugur lebih awal.

Saat telah matang, buah durian akan lepas sendiri dari tangkainya. Berat satu buah umumnya berkisar antara 1,5 hingga 5 kilogram.

Karena itu, kebun durian sering dianggap cukup berbahaya ketika musim panen tiba mengingat buah dapat jatuh sewaktu-waktu.

Beragam Varietas Durian Favorit Indonesia

Indonesia memiliki banyak varietas durian unggulan yang masing-masing menawarkan rasa, aroma, tekstur, dan bentuk buah yang berbeda.

  1. Durian Petruk dikenal memiliki ukuran sekitar sebesar kelapa gading dengan bobot antara 1 hingga 2,5 kilogram.

Kulitnya berwarna hijau kekuningan dengan duri kecil yang rapat.

Daging buah cukup tebal, berwarna kuning, bertekstur lembut, sedikit berserat, berlemak, dan aromanya tidak terlalu tajam.

  1. Durian Monthong merupakan varietas populer asal Thailand yang juga dikenal sebagai Golden Pillow.

Bentuk buah memanjang dengan ujung meruncing serta bobot mencapai 2–4 kilogram.

Daging buah sangat tebal, berwarna kuning, bertekstur halus, cenderung kering, manis, dan memiliki aroma yang lebih ringan dibanding varietas lain.

  1. Durian Sidodol memiliki buah bulat berwarna hijau kekuningan dengan bobot sekitar 1,5–2,5 kilogram.
BACA:  Tak Cukup Sekadar Menanam, Ini Rahasia Durian Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat

Daging buah berwarna kuning mengilap, bertekstur lembut, sedikit lunak, harum, dan bercita rasa manis gurih.

  1. Durian Matahari mempunyai kulit hijau kecokelatan dengan duri besar yang jarang. Berat buah berkisar antara 2 hingga 3,5 kilogram.

Daging buahnya cukup tebal, berlemak, teksturnya halus, rasanya manis, sementara aromanya tidak terlalu menyengat.

  1. Durian Bokor menghasilkan buah berbentuk bulat memanjang dengan bobot mencapai 3–4 kilogram.

Daging buah berwarna kuning, cukup tebal, cenderung kering, beraroma harum, dan memiliki rasa sedikit manis.

  1. Durian Sawah Mas memiliki bentuk bulat dengan ujung meruncing serta warna kulit hijau.

Daging buahnya berwarna kuning, bertekstur halus, cukup kering, beraroma harum, serta memiliki perpaduan rasa manis dan gurih.

  1. Durian Sukun termasuk salah satu varietas yang banyak digemari karena memiliki daging buah sangat tebal.

Warna dagingnya putih kekuningan dengan tekstur lembut, rasa manis, aroma harum, serta kandungan lemak yang cukup tinggi.

  1. Durian Gantalmas berbentuk lonjong dengan warna kulit kehijauan dan duri yang tidak terlalu tajam.

Daging buah relatif tipis berwarna putih kekuningan. Rasanya tidak terlalu manis, namun terkenal sangat legit karena kandungan lemaknya tinggi.

  1. Durian Hepe memiliki buah berbentuk telur dengan kulit cokelat kekuningan.

Daging buahnya berwarna putih kekuningan, cukup tebal, teksturnya halus, terasa manis, berlemak, serta memiliki aroma yang cukup kuat.

  1. Durian Tembaga menjadi salah satu varietas unggulan karena warna daging buahnya kuning pekat menyerupai logam tembaga.

Teksturnya sangat halus, daging buahnya sangat tebal, aromanya harum, serta menawarkan rasa yang sangat manis sehingga banyak diburu para pencinta durian.

Durian Tetap Menjadi Primadona

Melimpahnya varietas lokal menunjukkan betapa kayanya sumber daya genetik durian di Indonesia.

Setiap daerah bahkan memiliki kultivar unggulan dengan cita rasa yang khas sehingga mampu menarik minat wisatawan maupun pecinta buah dari berbagai wilayah.

Tak heran jika hingga kini durian masih menjadi salah satu komoditas buah bernilai ekonomi tinggi.

Selain dikonsumsi langsung, buah ini juga terus dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus memperluas peluang usaha di sektor agribisnis. (kangtop)