Sering Dimakan, Tapi Banyak yang Tidak Tahu! Ternyata Begini Asal Usul dan Jenis Anggur di Dunia

Hobi12 Dilihat

KONCOdewe.com – Di tengah beragamnya tanaman buah yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia, anggur menjadi salah satu komoditas yang selalu menarik perhatian.

Buah kecil berbentuk bulat ini dikenal memiliki cita rasa yang manis, segar, dan menyenangkan di lidah.

Tidak heran jika anggur sering dianggap sebagai buah bernilai tinggi di pasaran, sehingga tidak semua orang dapat dengan mudah menikmatinya setiap hari.

Di balik popularitasnya sebagai buah meja, anggur ternyata memiliki sejarah panjang yang melintasi berbagai peradaban dunia.

Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Armenia, kemudian telah dibudidayakan sejak ribuan tahun sebelum Masehi di kawasan Timur Tengah, sekitar 4000 SM.

Peradaban Mesir Kuno menjadi salah satu yang berperan penting dalam pengembangan teknik budidaya anggur.

Dari Mesir, pengetahuan tentang pengolahan dan penanaman anggur menyebar ke Yunani.

Lalu meluas ke berbagai negara di Eropa seperti Spanyol, Jerman, Prancis, dan Austria.

Tidak berhenti di sana, tanaman ini kemudian ikut dibawa ke benua lain .

Seperti Meksiko, Amerika Selatan, Afrika Selatan, hingga akhirnya masuk ke Asia, termasuk Indonesia, bahkan sampai ke Australia.

Mengenal Tanaman Anggur

Dalam kehidupan sehari-hari, anggur dikenal dengan berbagai sebutan di berbagai negara.

Di dunia Barat, buah ini disebut “grape”, sementara di Tiongkok dikenal dengan nama “putao”.

Di Indonesia sendiri, masyarakat menyebutnya sederhana sebagai anggur.

Secara ilmiah, tanaman anggur memiliki klasifikasi yang cukup jelas dalam dunia botani.

Ia termasuk dalam Kingdom Plantae, dengan Divisi Spermatophyta dan Subdivisi Angiospermae.

Tanaman ini masuk dalam Kelas Magnoliopsida, Subkelas Rosidae, Ordo Rhamnales, Famili Vitaceae, dan Genus Vitis.

BACA:  Cabai di Dapur Ternyata Bisa Basmi Hama Kebun! Begini Cara Ampuhnya yang Jarang Diketahui

Adapun spesies yang paling dikenal adalah Vitis vinifera dan Vitis labrusca.

Botani dan Ciri Fisik Tanaman Anggur

Tanaman anggur tergolong tanaman perdu yang memiliki sifat merambat atau menjalar.

Dalam kondisi tumbuh optimal, tanaman ini dapat hidup lama atau bersifat perenial.

Batangnya berkayu, berbentuk silindris, dan memiliki kemampuan menjalar dengan bantuan sulur yang berfungsi untuk mengaitkan diri pada penopang di sekitarnya.

Panjang tanaman anggur bisa sangat bervariasi, bahkan dapat mencapai hingga 10 meter jika dibiarkan tumbuh bebas.

Ranting-rantingnya menjadi tempat tumbuhnya daun dan buah yang menggantung indah, menciptakan kesan alami yang khas pada tanaman ini.

Daun anggur berbentuk tunggal dengan karakter bulat bercangap dan tepi bergerigi. Ujung daun meruncing, dengan susunan berseling pada batangnya.

Warna daun umumnya hijau dengan permukaan yang cukup tipis namun tetap tegar.

Pada bagian pangkal, daun sering kali tampak berlekuk, sementara permukaannya dapat terasa sedikit berbulu.

Sementara itu, bunga anggur tumbuh dalam bentuk bunga majemuk yang tersusun dalam malai.

Bunga ini biasanya muncul di ketiak daun. Kelopaknya berbentuk seperti mangkuk dengan warna hijau, sedangkan mahkota bunga menyatu atau berlekatan.

Dari proses pembungaan inilah kemudian terbentuk buah anggur.

Buah anggur sendiri termasuk buah buni yang berbentuk bulat hingga agak lonjong dengan ukuran sekitar 2 cm.

Kulit buahnya halus dengan warna yang beragam, mulai dari hijau, ungu, hingga hitam. Daging buahnya memiliki rasa manis bercampur asam yang segar.

Di dalam setiap buah biasanya terdapat 2 hingga 4 biji.

Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu generatif menggunakan biji dan vegetatif menggunakan stek.

Jenis-jenis Tanaman Anggur

Secara umum, anggur yang dapat dikonsumsi berasal dari genus Vitis, terutama spesies Vitis vinifera dan Vitis labrusca.

Kedua jenis ini memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi rasa, tekstur, maupun kemampuan adaptasi terhadap lingkungan.

BACA:  Tips Menanam Cabai Rawit di Polybag agar Tumbuh Subur dan Produktif

Jenis Vitis vinifera dikenal memiliki buah dengan kulit yang relatif tipis, rasa manis, dan kesegaran yang tinggi.

Tanaman ini umumnya cocok tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut dengan iklim yang cenderung kering.

Beberapa varietas yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Gros Colman, Probolinggo Biru dan Putih, Situbondo Kuning, Alphonso Lavalle, hingga Golden Champion.

Sementara itu, Vitis labrusca memiliki ciri buah dengan kulit yang lebih tebal serta rasa yang cenderung masam dan kurang segar dibandingkan vinifera.

Tanaman ini lebih fleksibel karena dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut.

Varietas yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Brilliant, Delaware, Carman, Beacon, dan Isabella.

Di Indonesia sendiri, anggur yang paling banyak dibudidayakan dan dikenal sebagai varietas unggulan umumnya berasal dari Vitis vinifera.

Beberapa di antaranya adalah Anggur Probolinggo Biru, Alphonso Lavalle, Gros Colman, Probolinggo Putih, hingga varietas lain.

Seperti Isabella, Delaware, Chifung, dan Australia yang mulai banyak dijumpai di berbagai daerah.

Dengan memahami karakteristik, sejarah, hingga jenis-jenisnya, bertanam anggur bukan hanya sekadar aktivitas bercocok tanam.

Tetapi juga bagian dari mengenal kekayaan tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi dan estetika tinggi. (kangtop)