AS–Iran Disebut Sepakati Langkah Awal Pembukaan Selat Hormuz, Dunia Soroti Dampaknya

Politik9 Dilihat

KONCOdewe.com – Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan awal terkait rencana pembukaan kembali jalur strategis tersebut.

Kesepakatan ini disebut berkaitan erat dengan agenda diplomasi yang menyentuh isu nuklir serta stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media internasional Anadolu Agency yang mengutip pemberitaan New York Times (NYT), Senin (25/5/2026).

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pembukaan Selat Hormuz dikaitkan dengan komitmen Iran dalam mengurangi bahkan memusnahkan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum memiliki dokumen final.

Prosesnya masih menunggu persetujuan dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari ke depan.

Masih Dibahas di Tingkat Teknis

Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa detail teknis terkait pemusnahan uranium Iran masih dalam tahap pembahasan intensif.

Beberapa isu lain seperti program rudal Iran serta kebijakan penghentian pengayaan uranium juga belum dimasukkan dalam kesepakatan awal ini.

Menurut laporan NYT, isu-isu tersebut kemungkinan akan dibahas lebih lanjut pada putaran negosiasi berikutnya antara kedua negara.

Wacana Sanksi dan Peluang Pelonggaran

Di sisi lain, laporan Fox News menyebutkan bahwa Washington membuka peluang pelonggaran sanksi yang cukup besar apabila Iran bersedia memberikan konsesi terkait material uranium yang telah diperkaya.

Pemerintah AS disebut ingin memastikan seluruh stok material nuklir Iran dapat ditangani dalam kerangka kesepakatan yang sedang dirancang.

BACA:  Presiden Prabowo Apresiasi Pelaksana MBG, Sebut Program Ini Kunci Mencetak Generasi Emas 2045

Selain itu, ada penilaian bahwa sikap Iran kali ini lebih terbuka dibandingkan proses negosiasi sebelumnya.

Rencana Pengamanan Jalur Hormuz

Dalam laporan yang sama, opsi penerapan sistem “tarif tol” di Selat Hormuz disebut tidak disetujui oleh pihak AS karena dianggap tidak sesuai dengan rancangan kesepakatan yang tengah disusun.

Sebagai bagian dari skema yang lebih luas, AS dikabarkan akan mencabut pembatasan terhadap aktivitas kapal di pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) bersama negara-negara mitra di Teluk juga akan dilibatkan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Sejumlah nama besar seperti Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan Timur Tengah Steve Witkoff, hingga penasihat Gedung Putih Jared Kushner dilaporkan turut terlibat dalam proses pembicaraan.

Hingga kini, baik Gedung Putih maupun pihak pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar kesepakatan awal tersebut. (kangtop)