KONCOdewe.com – Musim hujan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia sering kali memberikan tantangan tersendiri bagi para petani maupun penghobi tanaman, terutama cabai.
Curah hujan yang tinggi membuat tanah menjadi terlalu basah dan dapat memicu masalah seperti rontoknya bunga hingga pembusukan akar pada tanaman cabai.
Bagi kamu yang sedang menghadapi kondisi ini, ada beberapa langkah penting dalam merawat cabai di musim hujan sebagaimana dirangkum dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Menjaga pH tanah tetap ideal
Tanaman cabai tumbuh optimal pada pH tanah sekitar 5,5–6,5. Jika kondisi tanah terlalu asam atau terlalu basa, pertumbuhan tanaman dapat terganggu bahkan menjadi kerdil.
Sebaiknya lakukan pengecekan pH tanah saat proses pengolahan lahan.
Jika pH terlalu rendah, tambahkan kapur dolomit atau kiserit secara merata, lalu biarkan terkena air hujan agar tercampur sempurna ke dalam tanah.
- Membuat bedengan lebih tinggi
Untuk lahan tanam di pekarangan, disarankan membuat bedengan atau gundukan tanah yang lebih tinggi dari permukaan biasa.
Di sisi bedengan, buat saluran air agar air hujan dapat mengalir dengan lancar.
Cara ini membantu mencegah genangan air yang dapat membuat tanah terlalu lembap.
Kondisi lembap berlebih sangat rentan memicu serangan jamur dan bakteri, termasuk penyakit antraknosa yang menyebar melalui percikan air.
- Mengurangi pupuk nitrogen berlebih
Pada musim hujan, kadar nitrogen di udara cenderung meningkat.
Meski nitrogen penting untuk pertumbuhan daun, kelebihan unsur ini justru dapat mempercepat perkembangan jamur patogen.
Karena itu, pupuk seperti urea atau ZA sebaiknya dibatasi. Sebagai gantinya, gunakan pupuk NPK seimbang seperti 15-15-15 yang dikombinasikan dengan SP-36 dan KCl untuk menjaga keseimbangan unsur hara.
- Memanfaatkan jamur baik
Jamur baik seperti Trichoderma, Gliocladium, dan Mikoriza dapat membantu melawan jamur serta bakteri penyebab penyakit pada tanaman.
Selain berfungsi sebagai pelindung alami, jamur ini juga membantu proses penguraian bahan organik dalam tanah sehingga nutrisi lebih mudah diserap oleh akar cabai.
- Mengatur jarak tanam
Jika menanam lebih dari satu tanaman cabai, pastikan jarak antar tanaman sekitar 50–70 cm.
Jarak yang cukup akan membantu sirkulasi udara lebih lancar dan memastikan sinar matahari dapat menjangkau seluruh bagian tanaman.
Selain itu, langkah ini juga mengurangi risiko penyebaran penyakit antar tanaman.
- Penyemprotan kalsium dan kalium
Untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit di musim hujan, penggunaan pupuk kalsium dan kalium bisa membantu memperkuat struktur tanaman.
Namun perlu diingat, pemberian nutrisi ini hanya bersifat mendukung kesehatan tanaman, bukan sebagai perlindungan mutlak dari serangan penyakit.
- Menggunakan mulsa pada tanah
Penutup tanah berupa mulsa plastik sangat disarankan untuk musim hujan.
Mulsa membantu mengurangi dampak langsung air hujan ke permukaan tanah dan mencegah terjadinya genangan.
Dengan demikian, akar tanaman tidak terlalu basah dan risiko busuk akar serta serangan jamur dapat diminimalkan.
- Memilih varietas cabai unggul
Langkah terakhir adalah memilih benih cabai yang berkualitas dan tahan terhadap penyakit.
Biasanya, varietas cabai dengan buah kecil dan padat lebih tahan terhadap serangan pathek atau antraknosa.
Dengan pemilihan bibit yang tepat serta perawatan yang konsisten, tanaman cabai tetap bisa tumbuh sehat meskipun di tengah musim hujan. (kangtop)













