KONCOdewe.com – Perubahan harga bahan pangan di tingkat konsumen kembali terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026.
Berdasarkan data harga rata-rata nasional hingga pukul 12.30 WIB, sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan, penurunan, maupun masih bertahan pada harga sebelumnya.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging ayam ras segar yang kini berada di harga Rp42.850 per kilogram.
Harga tersebut naik Rp600 atau sekitar 1,42 persen dibandingkan sebelumnya.
Kenaikan harga daging ayam ras segar menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama rumah tangga yang menjadikan ayam sebagai salah satu sumber protein yang cukup sering dikonsumsi.
Perubahan harga pada komoditas ini dapat ikut memengaruhi pengeluaran belanja harian.
Harga Daging Sapi Masih di Atas Rp140 Ribu
Selain ayam, komoditas protein hewani lainnya juga menunjukkan harga yang cukup tinggi.
Daging sapi kualitas 1 tercatat masih berada di level Rp151.700 per kilogram dan tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, daging sapi kualitas 2 justru mengalami penurunan tipis. Harganya turun Rp150 menjadi Rp142.500 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut memperlihatkan bahwa masing-masing jenis komoditas memiliki pergerakan tersendiri di pasar.
Konsumen pun perlu memperhatikan perubahan harga ketika menyiapkan kebutuhan belanja.
Harga Cabai Masih Mengalami Kenaikan
Tekanan harga pangan juga terlihat pada kelompok cabai. Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup besar dan kini mencapai Rp80.650 per kilogram.
Harga tersebut meningkat Rp8.500 atau sekitar 11,78 persen. Cabai merah keriting juga naik Rp3.700 atau 7,17 persen menjadi Rp55.300 per kilogram.
Kemudian, harga cabai rawit hijau berada di angka Rp60.900 per kilogram, setelah naik Rp3.050 atau 5,27 persen.
Sementara cabai merah besar naik Rp1.450 atau 2,95 persen menjadi Rp50.550 per kilogram.
Kenaikan berbagai jenis cabai ini menjadi salah satu faktor yang cukup menonjol dalam perkembangan harga pangan pada penghujung Agustus.
Bawang Merah dan Bawang Putih Turun
Tidak semua bahan pangan mengalami kenaikan. Harga bawang merah ukuran sedang justru turun Rp500 atau 1,29 persen menjadi Rp38.300 per kilogram.
Bawang putih ukuran sedang juga mengalami penurunan Rp250 atau 0,63 persen. Harga komoditas tersebut tercatat Rp39.750 per kilogram.
Kondisi ini menunjukkan pergerakan harga kebutuhan pokok masih berlangsung secara beragam.
Ada komoditas yang naik akibat perubahan kondisi pasar, sementara lainnya justru mengalami penurunan.
Harga Beras Cenderung Stabil
Pada kelompok beras, sebagian besar harga masih relatif stabil. Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.850 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.650 per kilogram.
Beras medium I berada di angka Rp16.500 per kilogram. Sementara beras super I dan super II masing-masing tercatat Rp17.800 dan Rp17.250 per kilogram.
Namun, beras kualitas medium II menunjukkan angka yang berbeda. Komoditas tersebut tercatat Rp26.600 per kilogram dengan perubahan Rp10.300 atau 63,19 persen berdasarkan data yang tersedia.
Gula, Minyak Goreng dan Telur
Untuk komoditas lainnya, harga gula pasir premium masih bertahan di Rp20.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal mengalami kenaikan Rp100 menjadi Rp19.100 per kilogram.
Minyak goreng curah juga naik tipis Rp100 menjadi Rp20.550 per kilogram.
Sementara minyak goreng kemasan bermerk 1 tetap Rp24.300 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerk 2 naik Rp50 menjadi Rp23.500 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar turut mengalami kenaikan. Komoditas tersebut berada di angka Rp29.600 per kilogram, naik Rp350 atau sekitar 1,2 persen.
Daging Ayam Jadi Salah Satu Perhatian
Dengan harga yang mencapai Rp42.850 per kilogram, daging ayam ras segar menjadi salah satu komoditas protein hewani yang mengalami kenaikan pada perdagangan 31 Agustus 2026.
Di tengah pergerakan harga cabai yang juga cukup tinggi, perubahan harga daging ayam menjadi perhatian tersendiri bagi konsumen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa menjelang pergantian bulan, harga bahan pangan masih bergerak dinamis.
Bagi masyarakat, perkembangan harga ini menjadi pertimbangan dalam mengatur anggaran belanja rumah tangga.
Terlebih, perubahan kecil pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok dapat terasa ketika terjadi secara bersamaan. (kangtop)










