Harga Beras Terbaru 13 Oktober 2026: Beras Medium I Rp16.600 per Kilogram

Kombis44 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga beras di pasar tradisional pada Selasa, 13 Oktober 2026, menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

Berdasarkan data harga rata-rata dari seluruh provinsi, beras kualitas bawah I tercatat Rp14.950 per kilogram, sedangkan beras kualitas medium I berada di angka Rp16.600 per kilogram.

Data tersebut memperlihatkan bahwa sejumlah jenis beras mengalami kenaikan maupun penurunan harga.

Perubahan ini perlu diperhatikan masyarakat, terutama rumah tangga yang menjadikan beras sebagai kebutuhan pokok sehari-hari.

Harga Beras Beragam, Ada yang Naik dan Turun

Berdasarkan data harga rata-rata pasar tradisional per 13 Oktober 2026, beras kualitas bawah I dijual Rp14.950 per kilogram.

Harga ini naik Rp50 atau sekitar 0,34 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Beras kualitas bawah II juga mengalami kenaikan Rp50 atau 0,34 persen menjadi Rp14.750 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp16.600 per kilogram, turun Rp50 atau sekitar 0,30 persen.

Sebaliknya, beras kualitas medium II naik Rp50 atau 0,30 persen menjadi Rp16.450 per kilogram.

Untuk beras kualitas super, harga beras super I turun Rp100 atau 0,56 persen menjadi Rp17.850 per kilogram.

Adapun beras kualitas super II tidak mengalami perubahan dan masih berada di angka Rp17.350 per kilogram.

Berikut rincian harga beras di pasar tradisional berdasarkan data rata-rata seluruh provinsi:

  • Beras kualitas bawah I: Rp14.950 per kg, naik Rp50.
  • Beras kualitas bawah II: Rp14.750 per kg, naik Rp50.
  • Beras kualitas medium I: Rp16.600 per kg, turun Rp50.
  • Beras kualitas medium II: Rp16.450 per kg, naik Rp50.
  • Beras kualitas super I: Rp17.850 per kg, turun Rp100.
  • Beras kualitas super II: Rp17.350 per kg, tetap.
BACA:  Jelang Belanja, Simak Harga Cabai, Beras, Telur, dan Minyak Goreng Terbaru

Harga Cabai Masih Tinggi

Selain beras, data harga pangan juga mencatat kenaikan pada sejumlah jenis cabai.

Cabai merah besar mencapai Rp72.250 per kilogram setelah naik Rp4.150 atau 6,09 persen.

Cabai merah keriting tercatat Rp86.050 per kilogram, meningkat Rp3.650 atau 4,43 persen.

Sementara itu, cabai rawit hijau naik Rp5.000 atau 6,79 persen menjadi Rp78.600 per kilogram.

Adapun cabai rawit merah dijual Rp104.750 per kilogram setelah mengalami kenaikan Rp2.900 atau 2,85 persen.

Pergerakan Harga Bahan Pangan Lainnya

Pada komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang turun Rp300 atau 0,81 persen menjadi Rp36.800 per kilogram.

Bawang putih ukuran sedang juga melemah Rp100 atau 0,26 persen menjadi Rp38.850 per kilogram.

Untuk daging, harga ayam ras segar tercatat Rp41.550 per kilogram, naik Rp50.

Daging sapi kualitas 1 mencapai Rp152.900 per kilogram setelah naik Rp300, sedangkan kualitas 2 berada di angka Rp143.950 per kilogram, meningkat Rp350.

Harga gula pasir premium naik Rp100 menjadi Rp20.500 per kilogram. Gula pasir lokal juga meningkat Rp150 menjadi Rp19.350 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng curah masih berada di harga Rp20.400 per kilogram.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 tercatat Rp24.500 per kilogram, naik Rp150, sedangkan kemasan bermerek 2 mencapai Rp23.750 per kilogram setelah naik Rp200.

Adapun telur ayam ras segar dijual Rp29.850 per kilogram, meningkat Rp50 dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Masyarakat Perlu Memantau Harga Pangan

Perubahan harga beras dan bahan pangan lainnya dapat menjadi pertimbangan masyarakat dalam mengatur belanja rumah tangga.

Meski beberapa jenis beras mengalami penurunan, jenis lainnya justru mencatat kenaikan harga.

Data tersebut merupakan harga rata-rata pasar tradisional dari seluruh provinsi pada 13 Oktober 2026.

BACA:  Cek Harga Pangan Nasional Hari Ini 12 Juli 2026, Bawang Merah Turun, Cabai Rawit Merah Masih Tinggi

Harga di setiap daerah maupun pasar dapat berbeda, bergantung pada kondisi pasokan, permintaan, dan distribusi.

Karena itu, masyarakat disarankan tetap membandingkan harga di pasar setempat sebelum berbelanja agar pengeluaran kebutuhan pokok dapat disesuaikan dengan anggaran keluarga. (kangtop)