Rutin Makan Pepaya, Benarkah Bisa Membantu Meredakan Gejala Asam Lambung?

Kesehatan54 Dilihat

KONCOdewe.com – Pepaya bukan sekadar buah yang mudah ditemukan di pasar maupun halaman rumah.

Buah dengan daging berwarna oranye ini ternyata menyimpan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut juga membuat pepaya cukup mudah dikonsumsi, termasuk sebagai pilihan buah dalam menu sehari-hari.

Kandungan vitamin dan mineral di dalam pepaya menjadi salah satu alasan buah ini banyak dikaitkan dengan manfaat kesehatan.

Mengutip Medical News Today, satu buah pepaya berukuran sedang bahkan dapat memenuhi sekitar 224 persen kebutuhan vitamin C harian.

Selain vitamin C, pepaya juga mengandung vitamin A, E, dan K serta folat. Buah ini turut menyediakan sejumlah mineral seperti magnesium, tembaga, kalsium, dan potasium.

Pepaya juga memiliki berbagai senyawa antioksidan, di antaranya beta-karoten, lutein, zeaxanthin, dan likopen.

Tidak hanya kaya nutrisi, pepaya juga dikenal sebagai buah yang memiliki tingkat keasaman relatif rendah.

Karakter tersebut membuat pepaya kerap masuk dalam daftar buah yang dapat menjadi pilihan bagi orang yang memiliki masalah dengan asam lambung.

Pepaya dan Keluhan Asam Lambung

Asam lambung dapat muncul atau kambuh ketika seseorang mengonsumsi makanan maupun minuman tertentu yang menjadi pemicunya.

Gorengan, makanan pedas, makanan asam, makanan yang mengandung banyak bahan pengawet, minuman berkafein, hingga obat-obatan tertentu dapat memicu munculnya keluhan pada sebagian penderita.

Karena itu, mengatur pola makan menjadi bagian penting dalam membantu mengendalikan gejala.

Tidak hanya dengan mengurangi makanan yang menjadi pantangan, penderita juga dianjurkan memperhatikan kualitas asupan dengan memperbanyak makanan bernutrisi, protein nabati, sayuran, dan buah-buahan yang sesuai dengan kondisi tubuh.

BACA:  Makan Semangka Lalu Minum Air, Bahayakah untuk Pencernaan? Ini Penjelasannya

Salah satu buah yang kerap disebut sebagai pilihan adalah pepaya.

Kandungan enzim papain dalam pepaya dikenal berperan dalam membantu proses pencernaan. Pepaya juga memiliki serat yang dapat mendukung kelancaran sistem pencernaan.

Ahli gizi sekaligus pendiri Top Balance Nutrition AS, Maria Bella, M.S., R.D., menjelaskan bahwa kombinasi enzim dan serat dalam pepaya berpotensi membantu mengurangi sejumlah keluhan yang berkaitan dengan naiknya asam lambung.

Gejala tersebut antara lain sensasi panas atau terbakar di bagian atas perut hingga ke dada yang dikenal sebagai heartburn.

Meski demikian, respons setiap orang terhadap makanan bisa berbeda. Buah yang cocok bagi satu orang belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lainnya.

Karena itu, penderita asam lambung tetap perlu memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi pepaya.

Sudah Dikenal Sejak Ratusan Tahun

Menariknya, pemanfaatan pepaya untuk membantu mengatasi keluhan pencernaan bukanlah pembahasan yang sepenuhnya baru.

Khasiat buah tersebut telah dikenal dan dibicarakan sejak ratusan tahun lalu.

Ahli farmasi sekaligus penulis buku The People’s Pharmacy, Joe Graedon, pernah mengulas sejarah penggunaan pepaya melalui situs resminya.

Ia menyebut adanya laporan lama dalam The British Medical Journal tertanggal 3 April 1886 mengenai pengalaman Dr. George Herschell dalam memberikan jus pepaya kepada pasien yang mengalami gangguan lambung.

Dalam laporan tersebut, Dr. Herschell memberikan jus pepaya kepada 12 pasien yang mengalami keluhan berupa nyeri lambung cukup parah serta masalah asam lambung yang mudah muncul setelah makan.

Hasil yang dilaporkan saat itu cukup menarik. Sebanyak 10 pasien disebut mengalami kesembuhan total dari gejala yang dikeluhkan.

Satu pasien merasa kondisinya mengalami perbaikan, sedangkan satu pasien lainnya tidak merasakan perubahan berarti.

BACA:  Ibu Hamil Boleh Minum Jahe? Ini Manfaat, Cara Konsumsi, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Namun, laporan lama tersebut tentu tidak bisa langsung dijadikan bukti bahwa pepaya dapat menyembuhkan penyakit asam lambung.

Bukti Ilmiah Masih Terbatas

Di balik berbagai cerita mengenai manfaat pepaya untuk pencernaan, penelitian modern yang secara khusus menguji efektivitas pepaya dalam mengatasi asam lambung masih relatif terbatas.

Artinya, pepaya tidak seharusnya dianggap sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit asam lambung.

Buah ini lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan makanan yang dapat dimasukkan dalam pola makan sehat, selama tubuh dapat menerimanya dengan baik.

Penderita asam lambung yang ingin mengonsumsi pepaya juga perlu memperhatikan kondisi masing-masing.

Jika setelah mengonsumsi pepaya justru muncul keluhan seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada, mual, atau gejala lainnya, sebaiknya konsumsi dihentikan dan dicermati kembali pemicunya.

Selain memilih makanan yang sesuai, pengelolaan asam lambung juga perlu dilakukan secara menyeluruh.

Menghindari makanan pemicu, mengelola stres, tidak makan dalam jumlah terlalu banyak sekaligus, serta memilih porsi kecil tetapi lebih sering dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu mengendalikan keluhan.

Dengan demikian, pepaya bisa menjadi salah satu pilihan buah bernutrisi dalam menu harian.

Kandungan vitamin, mineral, serat, antioksidan, serta enzim papain membuatnya menarik untuk dikonsumsi.

Namun, manfaatnya terhadap keluhan asam lambung tetap perlu dilihat secara bijak karena bukti penelitian khusus mengenai hal tersebut masih terbatas.

Jadi, bagi penderita asam lambung yang cocok mengonsumsinya, pepaya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi bukan pengganti pengobatan medis. (kangtop)