KONCOdewe.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia kini berhasil memperkuat kemandirian pangan nasional di tengah kondisi dunia yang sedang dilanda ketidakpastian dan konflik geopolitik.
Salah satu contoh keberhasilan tersebut terlihat dari meningkatnya produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah.
Keberhasilan itu disebut sebagai hasil dari berbagai langkah strategis pemerintah selama sekitar 19 bulan terakhir dalam memperkuat sektor pangan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap aman dan stabil.
Dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, Prabowo mengungkapkan bahwa sejak memimpin pemerintahan pada Oktober 2024, sejumlah capaian penting mulai terlihat, termasuk keberhasilan swasembada pada beberapa komoditas pangan utama.
Presiden menjelaskan bahwa Indonesia saat ini telah mampu memenuhi kebutuhan beras dan jagung secara mandiri.
Selain itu, sektor protein seperti telur dan ayam juga menunjukkan perkembangan yang positif.
Meski demikian, pemerintah masih terus mendorong peningkatan produksi daging agar Indonesia dapat mencapai swasembada penuh dalam empat hingga lima tahun mendatang.
Saat menghadiri panen raya udang di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Prabowo menegaskan bahwa penguatan sektor pangan menjadi sangat penting di tengah kondisi global yang penuh ketegangan politik dan konflik antarnegara.
Menurutnya, Indonesia patut bersyukur karena hingga kini tidak terlibat langsung dalam berbagai konflik dunia.
Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga dengan memperkuat pertahanan negara demi melindungi kekayaan alam nasional.
Presiden menilai penguatan pertahanan menjadi langkah penting agar sumber daya Indonesia tidak mudah dikuasai atau dimanfaatkan oleh pihak asing maupun kelompok tertentu yang memiliki kepentingan pribadi.
Selain fokus pada ketahanan pangan dan pertahanan negara, Prabowo juga menyoroti persoalan kebocoran kekayaan negara yang dinilai masih menjadi hambatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja keras bersama seluruh jajaran pemerintahan guna menutup berbagai celah kebocoran tersebut agar hasil kekayaan negara benar-benar dapat dinikmati masyarakat luas.
Menurut Presiden, Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya yang sangat besar, namun selama ini masih banyak potensi kekayaan yang belum sepenuhnya memberikan manfaat maksimal bagi rakyat.
Pemerintah juga terus memperluas pengembangan proyek-proyek produktif di berbagai wilayah Indonesia.
Beberapa di antaranya meliputi pengembangan tambak udang dan perikanan di Waingapu, Gorontalo, hingga kawasan Pantai Utara Jawa Barat.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen yang dibangun dengan teknologi modern di area seluas 100 hektare.
Hingga memasuki siklus operasional kedelapan, kawasan tersebut tercatat telah menghasilkan lebih dari 1,15 juta kilogram udang dan menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp83,3 miliar.
Tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, kawasan BUBK Kebumen juga mampu menyerap sekitar 145 pekerja tetap dan ratusan tenaga harian lepas setiap hari.
Sehingga menjadi contoh modernisasi sektor perikanan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. (kangtop)









