KONCOdewe.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus menghentikan kebocoran kekayaan negara yang selama ini dinilai merugikan rakyat.
Dalam kurun 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah pencapaian strategis disebut telah mulai menunjukkan hasil nyata.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, salah satu keberhasilan yang disorot adalah meningkatnya kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, terutama pada beberapa komoditas utama.
Saat menghadiri panen raya udang di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, Prabowo menyebut Indonesia kini telah berhasil mencapai swasembada untuk sejumlah sektor pangan penting seperti beras dan jagung.
Ia juga menjelaskan bahwa produksi protein hewani seperti telur dan ayam telah menunjukkan perkembangan positif, meski untuk kebutuhan daging masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi agar benar-benar mandiri.
Menurut Prabowo, kondisi pangan nasional saat ini relatif aman dan menjadi modal penting di tengah situasi global yang sedang dipenuhi konflik serta ketidakpastian geopolitik.
Presiden mengingatkan bahwa banyak negara saat ini tengah menghadapi perang dan pertikaian berkepanjangan. Karena itu, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional, termasuk di bidang pertahanan, demi menjaga kekayaan bangsa.
Ia menilai kekuatan pertahanan menjadi bagian penting untuk melindungi sumber daya nasional agar tidak mudah dikuasai pihak asing maupun kelompok tertentu.
Selain menyoroti ketahanan pangan dan pertahanan negara, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, seluruh sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kesejahteraan rakyat, bukan hanya dinikmati segelintir pihak.
Dikutip dari Antara, Presiden menegaskan pemerintah saat ini berupaya memastikan kekayaan nasional benar-benar dikelola oleh bangsa sendiri.
Dan tidak lagi “dipermainkan” oleh kepentingan asing ataupun kelompok tertentu yang hanya mengejar keuntungan pribadi.
Prabowo juga kembali mengingatkan isi pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026 lalu.
Ketika ia menyampaikan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki kekayaan luar biasa besar, namun masih menghadapi persoalan serius berupa kebocoran sumber daya negara.
Ia menilai kebocoran tersebut harus segera dihentikan agar hasil kekayaan bangsa dapat sepenuhnya dinikmati masyarakat luas.
Presiden menegaskan dirinya bersama seluruh jajaran pemerintahan akan bekerja keras melakukan berbagai langkah yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara demi kepentingan rakyat Indonesia.
Menurutnya, seluruh upaya tersebut bertujuan agar kemakmuran nasional benar-benar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu saja.
Kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, serta penghentian kebocoran kekayaan negara disebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, mandiri, berdaulat, dan sejahtera. (kangtop)









