Persijap Jepara Bungkam GBLA! Persib Bandung Gagal Menang di Tengah Tekanan Juara

Olahraga12 Dilihat

KONCOdewe.com – Suasana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sempat berubah tegang pada Sabtu (23/5) sore.

Harapan ribuan bobotoh untuk menyaksikan Persib Bandung berpesta kemenangan harus tertahan setelah Persijap Jepara tampil penuh perlawanan dan memaksa laga berakhir tanpa gol.

Datang sebagai tim tamu, Persijap tidak menunjukkan mental sekadar menjalani laga penutup musim.

Laskar Kalinyamat justru hadir dengan semangat besar dan keberanian tinggi untuk menantang pemuncak klasemen di kandangnya sendiri.

Persijap Tampil Disiplin Hadapi Tekanan Persib

Sejak pertandingan dimulai, Persib berusaha mengambil kendali permainan.

Namun hingga memasuki menit ke-15, permainan Maung Bandung belum berkembang maksimal.

Persijap tampil disiplin dengan pertahanan rapat dan organisasi permainan yang solid.

Lini belakang yang dihuni Rahmat, Tiri, Diogo Brito, serta Najeeb Yakubu mampu bekerja sama dengan baik menjaga area pertahanan.

Sementara di sektor tengah, Wahyudi Hamisi dan Borja Martinez tampil tanpa lelah memutus alur serangan Persib sebelum benar-benar membahayakan gawang.

Memasuki menit ke-18, tempo pertandingan mulai meningkat. Persijap mencoba membangun permainan lewat umpan-umpan pendek dari lini belakang.

Skema permainan mereka terlihat rapi dengan perpaduan serangan melebar dan penyempitan ruang untuk mencari celah di pertahanan tuan rumah.

Meski beberapa kali mampu masuk ke area sepertiga akhir, usaha Persijap tetap belum mampu menghasilkan peluang matang.

Namun keberanian mereka memainkan bola tetap membuat Persib kesulitan mengembangkan permainan.

Muhammad Ardiansyah Jadi Tembok Kokoh

Sosok paling menonjol sepanjang pertandingan adalah penjaga gawang Persijap, Muhammad Ardiansyah.

Kiper muda tersebut tampil gemilang di bawah mistar dan menjadi mimpi buruk bagi para pemain Persib.

BACA:  Finis Tiga Besar Ligue 1, Calvin Verdonk Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Pada menit ke-33, Ardiansyah sukses membaca arah tendangan Adam Alis dengan sempurna.

Tiga menit kemudian, ia kembali melakukan penyelamatan refleks yang menggagalkan peluang emas sang gelandang Persib.

Adam Alis terlihat beberapa kali menunjukkan rasa frustrasi setelah dua kesempatan terbaiknya gagal berbuah gol.

Hingga tambahan waktu dua menit di babak pertama usai, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0.

Di tengah tekanan bermain di kandang calon juara, Persijap justru tampil lepas tanpa beban.

Posisi mereka yang relatif aman dari zona degradasi membuat skuad asuhan Mario Lemos bermain lebih tenang.

Namun bagi sang pelatih, pertandingan ini bukan sekadar formalitas akhir musim.

Mario Lemos ingin menunjukkan bahwa Persijap layak diperhitungkan sebagai tim yang punya kualitas dan mental bertarung menghadapi siapa saja.

Persaingan Juara Memanas

Di sisi lain, Persib datang dengan tekanan besar karena posisi puncak klasemen belum benar-benar aman.

Pada saat bersamaan, Borneo FC Samarinda pesta gol dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United.

Mariano Peralta Bauer mencetak dua gol cepat pada menit ke-7 dan 11.

Setelah itu, J. Villa menambah gol di menit ke-12, disusul K. Obieta pada menit ke-26 dan 57, Muhammad Sihran menit ke-78, serta Kaio pada injury time.

Malut United hanya mampu membalas lewat Frets Butuan pada menit ke-77.

Kemenangan besar Borneo membuat persaingan perebutan gelar semakin panas. Persib dan Borneo sama-sama mengoleksi 79 poin.

Namun Persib masih unggul dari sisi produktivitas gol serta catatan keseluruhan pertandingan.

Persib sendiri mencatatkan 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Sedangkan Borneo meraih 25 kemenangan, empat kali seri, dan lima kekalahan sepanjang musim ini.

BACA:  Persib Bandung Kukuhkan Dominasi di Liga Indonesia dengan Gelar Ketiga Berturut-turut

Laskar Kalinyamat Kirim Pesan untuk Musim Depan

Tekanan besar tersebut membuat Persib tampil agresif di babak kedua. Namun Persijap tetap bermain tenang dan disiplin.

Andrew Jung sempat melepaskan tendangan keras mengarah ke gawang, tetapi lagi-lagi Muhammad Ardiansyah mampu menggagalkannya.

Kiper binaan legenda Korea Selatan Yoo Jae-hoon itu tampil luar biasa dan menjadi faktor utama gagalnya Persib mencetak gol di depan pendukung sendiri.

Tambahan waktu enam menit di babak kedua pun tidak mengubah keadaan. Persijap sukses menahan Persib Bandung dengan skor imbang 0-0.

Hasil ini sekaligus melanjutkan catatan impresif Persijap setelah sebelumnya juga mampu menahan Borneo FC Samarinda tanpa gol pada Minggu (17/5).

Laskar Kalinyamat seolah ingin mengirim pesan tegas menjelang musim depan.

Meski berstatus tim promosi, mereka tidak ingin dianggap sekadar numpang lewat di kompetisi kasta tertinggi.

Hasil imbang di markas pemuncak klasemen menjadi bukti nyata bahwa Persijap siap menjadi penantang serius musim depan.

Saat ini Persijap berada di posisi ke-13 klasemen dengan koleksi 36 poin, unggul satu tingkat dari Madura United yang mengumpulkan 35 poin.

Sementara itu, Persis Solo dipastikan menjadi tim ketiga yang terdegradasi musim ini setelah menyusul Semen Padang dan PSBS Biak turun kasta.

Bagi Persijap Jepara, hasil di Bandung bukan sekadar tambahan satu poin.

Laga itu menjadi penegasan bahwa Laskar Kalinyamat mampu meredam kekuatan “King Persib” di tengah perburuan gelar juara musim ini. (kangtop)