Hasil Negosiasi Iran–AS di Swiss Bikin Tanda Tanya, Ada Kesepakatan Baru?

Politik7 Dilihat

KONCOdewe.com – Perundingan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss resmi berakhir.

Hasil pertemuan tersebut menyepakati pembentukan sejumlah kelompok kerja untuk membahas isu nuklir hingga pencabutan sanksi, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran pada Selasa (23/6).

Dalam laporan kantor berita IRNA yang mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, kedua pihak sepakat membentuk empat kelompok kerja dengan fokus berbeda.

“Empat kelompok kerja yang disepakati meliputi penghentian sanksi, urusan nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta pemantauan dan implementasi,” demikian pernyataan IRNA, dikutip detik.com.

Sementara itu, Kepala Negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Iran.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai rangkaian pembicaraan yang juga membahas upaya penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan awal di Swiss pada Senin (22/6), kedua negara disebut telah menyepakati pembentukan jalur komunikasi guna menjaga stabilitas Selat Hormuz serta meredakan ketegangan di Lebanon.

“Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang dan akan tetap dikelola oleh Republik Islam Iran sesuai hukum internasional,” ujar Ghalibaf seperti dikutip IRNA.

Ia juga menyebut bahwa pembicaraan yang berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, menghasilkan sejumlah kemajuan yang dianggap cukup signifikan.

“Pertemuan ini menghasilkan capaian yang baik, terutama terkait Selat Hormuz, isu Lebanon, pengecualian minyak, dan pencairan dana yang dibekukan,” tambahnya.

Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan untuk sementara menangguhkan sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Langkah ini diambil setelah Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Iran akan kembali mengizinkan inspeksi nuklir oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

BACA:  Proses Damai Dimulai, AS dan Iran Tandatangani MoU Secara Virtual

Sebagai bagian dari kesepakatan awal tersebut, Iran juga disebut akan memperoleh keringanan sanksi serta pencairan sejumlah aset yang sebelumnya dibekukan.

Meski demikian, Ghalibaf menegaskan bahwa proses ini masih berada pada tahap awal dan masih membutuhkan pembahasan lanjutan.

“Ini baru permulaan, dan kami harus terus melanjutkan upaya ini,” katanya dalam pernyataan video.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa Teheran tidak membahas program nuklirnya secara substantif dalam perundingan tersebut dan tidak menerima komitmen baru apa pun dari pihak AS.

Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama Iran dengan IAEA akan tetap berjalan sesuai mekanisme yang ada, dengan mengacu pada keputusan parlemen dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. (kangtop)