AS dan Qatar Kaji Pembukaan Akses Aset Iran Rp106 Triliun, Isyarat Baru Perdamaian?

Politik7 Dilihat

KONCOdewe.com – Amerika Serikat bersama Qatar dilaporkan tengah meninjau kemungkinan membuka kembali akses terhadap aset Iran yang dibekukan.

Yaitu senilai sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp106,9 triliun untuk keperluan kemanusiaan.

Informasi ini sebagaimana diberitakan The Wall Street Journal pada Sabtu.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, langkah ini dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memberi insentif kepada Iran agar bersedia menyepakati perjanjian komprehensif terkait penyelesaian konflik jangka panjang dengan Amerika Serikat.

Dana yang saat ini ditahan di Qatar itu rencananya akan digunakan untuk pembelian kebutuhan dasar seperti pangan, obat-obatan, serta berbagai barang kemanusiaan lainnya.

Skema pencairan aset ini juga disebut dapat menjadi dasar bagi kesepakatan lanjutan, termasuk kemungkinan pelepasan aset Iran lain yang masih dibekukan di sejumlah negara.

Meski demikian, hingga kini pihak Iran dilaporkan belum memberikan persetujuan terhadap usulan tersebut.

Di sisi lain, perkembangan diplomasi antara Teheran dan Washington sempat menunjukkan kemajuan.

Pada 14 Juni, kedua negara dikabarkan telah menyelesaikan sebuah nota kesepahaman perdamaian, yang kemudian diikuti penandatanganan dokumen secara terpisah dan elektronik pada 18 Juni dini hari.

Kesepakatan itu disebut bertujuan mengakhiri konflik serta membuka jalan negosiasi lanjutan.

Mengutip Antara, dalam kesepahaman tersebut, kedua pihak diberikan waktu 60 hari untuk membahas kesepakatan final yang mencakup isu program nuklir Iran serta pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat.

Selain itu, terdapat pula rencana terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk penghentian blokade laut oleh AS dan pemulihan aktivitas maritim oleh Iran.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan bahwa jet tempur F-16 tetap melakukan patroli di kawasan Timur Tengah di tengah penundaan perundingan antara Washington dan Teheran di Swiss.

BACA:  Kabar Gembira! Iran–AS Sepakati Perdamaian, Penandatanganan Dijadwalkan di Swiss 19 Juni

Departemen Luar Negeri Swiss sebelumnya juga menyatakan bahwa pertemuan yang melibatkan AS, Iran, Qatar, dan Pakistan resmi ditunda.

CENTCOM menegaskan melalui pernyataan di platform X bahwa aktivitas patroli udara tetap berjalan, termasuk pengisian bahan bakar di udara, sebagai bagian dari kesiapsiagaan militer AS di kawasan tersebut. (kangtop)