Iran–AS Capai Kesepakatan Awal, MoU Disebut Jadi Langkah Penting Redakan Ketegangan Nuklir

Politik5 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat menjadi langkah penting menuju potensi berakhirnya konflik.

Meski ia menegaskan bahwa Teheran tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan skenario.

Dalam pernyataannya melalui platform media sosial X, Pezeshkian mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan awal dari proses panjang menuju negosiasi lanjutan, sementara perjanjian akhir belum sepenuhnya tercapai.

Ia menegaskan Iran tetap akan menjalankan roda pemerintahan dan melayani rakyatnya, baik dengan maupun tanpa kesepakatan final dengan Washington.

Ia juga menyinggung peran Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang disebut memiliki kontribusi besar dalam penyusunan klausul-klausul penting demi menjaga kepentingan nasional Iran.

“Komando Pemimpin Tertinggi yang terhormat memiliki peran besar dalam memasukkan klausul perlindungan kepentingan nasional Iran, dan kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya.

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya pada Senin malam (15/6) mengonfirmasi bahwa penyusunan memorandum telah rampung dan direncanakan untuk ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6).

Dokumen tersebut disebut mencakup penghentian aksi militer di berbagai wilayah, termasuk Lebanon.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut secara de facto telah disetujui, meskipun beberapa tahap formal masih harus diselesaikan sebelum implementasi penuh.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menjelaskan bahwa MoU belum dipublikasikan karena masih ada sejumlah detail teknis yang perlu dirampungkan, terutama terkait pelaksanaan kesepakatan, bukan substansinya.

“Beberapa detail teknis masih perlu diselesaikan, bukan isi perjanjiannya, tetapi cara implementasinya,” kata Vance kepada NBC News, dikutip dari Antara.

Ia juga menambahkan bahwa Qatar dan Pakistan berperan membantu proses mediasi hingga tercapainya kesepakatan tersebut.

BACA:  AS–Iran Disebut Sepakati Langkah Awal Pembukaan Selat Hormuz, Dunia Soroti Dampaknya

Menurutnya, AS berharap Iran bisa memperoleh manfaat jika mematuhi ketentuan yang telah disepakati.

Vance menegaskan bahwa tujuan utama perjanjian ini adalah memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, sekaligus membuka ruang bagi normalisasi hubungan.

“Jika Iran mematuhi ketentuan, maka manfaat akan mengalir kepada mereka,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa salah satu poin penting dalam MoU adalah kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk membantu pemusnahan stok uranium yang diperkaya milik Iran, serta memungkinkan kembalinya para inspektur nuklir ke negara tersebut.

Kesepakatan itu sendiri telah difinalisasi secara digital pada Minggu dan dijadwalkan untuk penandatanganan resmi di Swiss pada 19 Juni, setelah proses administratif kedua negara diselesaikan. (kangtop)