6 Makanan yang Baik untuk Penderita Darah Rendah, Bisa Membantu Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil

Kesehatan34 Dilihat

KONCOdewe.com – Tekanan darah rendah atau hipotensi sering kali dianggap tidak berbahaya dibandingkan tekanan darah tinggi.

Padahal, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian karena dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari pusing, tubuh lemas, hingga pingsan secara tiba-tiba.

Dalam beberapa kasus, hipotensi bahkan dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ vital sehingga berpotensi mengancam keselamatan apabila tidak segera ditangani.

Secara medis, seseorang dikatakan mengalami hipotensi apabila tekanan darahnya berada di bawah angka 90/60 mmHg.

Angka pertama atau sistolik menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan angka kedua atau diastolik menggambarkan tekanan ketika jantung sedang beristirahat sebelum kembali memompa darah.

Meski sebagian penderita tetap dapat beraktivitas normal tanpa keluhan berarti, tekanan darah yang terlalu rendah tetap tidak boleh disepelekan.

Pasalnya, penurunan tekanan darah yang drastis dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran, terutama saat bangun dari posisi duduk atau tidur secara tiba-tiba.

Hipotensi Bisa Memicu Syok yang Berbahaya

Pada kondisi tertentu, hipotensi dapat menyebabkan tubuh kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi ke otak maupun organ-organ penting lainnya.

Kondisi ini dikenal sebagai syok, yaitu keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Risiko tersebut juga dapat terjadi pada penderita yang mengalami reaksi alergi berat atau syok anafilaksis, misalnya setelah mengonsumsi obat tertentu.

Karena itu, siapa pun yang memiliki riwayat tekanan darah rendah sebaiknya tetap waspada meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami gejala.

Vitamin B12 Membantu Mencegah Anemia

Salah satu nutrisi yang penting bagi penderita darah rendah adalah vitamin B12.

Mengutip Healthline, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, yang pada akhirnya dapat memicu tekanan darah rendah disertai rasa lelah berkepanjangan.

BACA:  Jangan Abaikan! Ini Rahasia Cara Minum dan Mandi yang Benar Menurut Kesehatan

Beberapa sumber vitamin B12 yang baik antara lain telur, susu, daging sapi, ikan tuna, dan ikan sarden.

Mengonsumsi makanan tersebut secara seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12 harian.

Perbanyak Makanan Kaya Folat

Selain vitamin B12, tubuh juga membutuhkan folat untuk membantu pembentukan sel darah merah.

Kekurangan folat dapat meningkatkan risiko anemia yang berujung pada hipotensi.

Makanan yang kaya folat di antaranya asparagus, kacang-kacangan, polong-polongan, buah jeruk, brokoli, sayuran hijau, dan telur.

Asupan folat yang cukup membantu menjaga produksi sel darah tetap optimal.

Makanan Asin Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Natrium atau garam diketahui dapat membantu meningkatkan tekanan darah.

Oleh karena itu, penderita hipotensi terkadang dianjurkan menambah asupan natrium sesuai anjuran tenaga medis.

Terutama bila tidak memiliki penyakit lain yang mengharuskan pembatasan garam.

Beberapa makanan yang mengandung natrium antara lain sup kalengan, ikan asap, ikan kalengan, udang, keju cottage, pizza, daging olahan, kaldu, puding instan, hingga jus dalam kemasan.

Namun, konsumsi makanan tinggi garam tetap harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Kafein Bisa Memberikan Efek Sementara

Minuman berkafein seperti kopi, teh, maupun cokelat dapat membantu menaikkan tekanan darah untuk sementara waktu.

Kafein bekerja dengan merangsang sistem kardiovaskular sehingga detak jantung meningkat dan tekanan darah ikut naik.

Meski demikian, penderita hipotensi sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berkafein pada malam hari karena dapat mengganggu kualitas tidur yang justru berpotensi memperburuk kondisi tubuh.

Jangan Sampai Tubuh Kekurangan Cairan

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab tekanan darah turun.

Saat tubuh kehilangan banyak cairan, volume darah ikut berkurang sehingga tekanan darah menjadi lebih rendah.

BACA:  Jangan Asal Makan! Ini Deretan Makanan Penambah Darah yang Baik untuk Penderita Anemia

Selain memperbanyak minum air putih, penderita darah rendah juga dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air.

Seperti semangka, mentimun, tomat, selada, belimbing, dan kembang kol untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Batasi Makanan Tinggi Karbohidrat Olahan

Mengutip Manhattan Cardiology, makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, terutama karbohidrat olahan, dapat dicerna tubuh dengan sangat cepat sehingga memicu penurunan tekanan darah setelah makan.

Karena itu, penderita hipotensi disarankan membatasi konsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan dan memilih pola makan yang lebih seimbang.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi keluhan hipotensi, khususnya pada kelompok usia lanjut.

Selain memperhatikan pola makan, penderita darah rendah juga disarankan bangun secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.

Mencukupi kebutuhan cairan, dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila sering mengalami pusing atau pingsan.

Dengan penanganan yang tepat, tekanan darah dapat lebih terkontrol sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. (kangtop)