Rafale hingga Radar Canggih Dipamerkan, Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan Pertahanan RI

Politik10 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung 11 alutsista terbaru milik TNI Angkatan Udara yang dipamerkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda penguatan modernisasi sistem pertahanan udara Indonesia.

Acara diawali dengan prosesi simbolis berupa penyiraman pesawat tempur Rafale menggunakan air dari kendi.

Momen tersebut menjadi tanda peresmian sekaligus disambut tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang hadir.

Setelah itu, Presiden Prabowo menyerahkan kunci secara simbolis sebagai bentuk penyerahan pesawat Rafale kepada TNI.

Kunci tersebut diterima oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, lalu diteruskan kepada Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, serta KSAU.

Ia kemudian berkeliling meninjau berbagai alutsista yang dipamerkan, termasuk rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer yang ditempatkan di area depan jet Rafale.

Peninjauan dilanjutkan ke radar GCI GM403, di mana Presiden menerima paparan langsung dari para perwira TNI AU yang bertugas.

Usai berdialog dan menyapa para prajurit, ia melanjutkan agenda ke deretan empat pesawat Falcon 8X yang berjajar di area belakang.

Kegiatan kemudian ditutup dengan keterangan pers yang disampaikan Presiden kepada awak media terkait penguatan alutsista TNI AU.

Sebagai informasi, Rafale merupakan salah satu alutsista baru TNI AU yang mulai datang pada 2026.

Hingga saat ini, enam unit telah diterima dari total rencana pengadaan 42 pesawat.

Selain itu, Indonesia juga menerima satu unit pesawat angkut A400M, empat pesawat Falcon 8X, serta radar GCI GM403 pada tahun yang sama.

BACA:  Soroti Ekonomi Nasional, Presiden Prabowo Ajak Pejabat Pahami Sejarah Penjajahan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan alutsista TNI AU merupakan langkah strategis untuk memperkokoh pertahanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.

Ia menekankan bahwa seluruh pembangunan kekuatan militer Indonesia ditujukan semata-mata untuk pertahanan, bukan agresi terhadap negara lain.

“Kita tidak punya kepentingan selain menjaga wilayah kita sendiri. Kita melihat kondisi dunia penuh ketidakpastian, dan pertahanan adalah syarat utama stabilitas,” ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, dikutip dari Antara.

Presiden juga memastikan bahwa proses modernisasi alutsista akan terus dilanjutkan secara bertahap untuk memperkuat pertahanan udara, laut, dan darat Indonesia.

“Ke depan kita akan terus membangun kekuatan agar seluruh wilayah Indonesia bisa terlindungi dengan baik,” tambahnya.

Dengan tambahan alutsista tersebut, pemerintah berharap kesiapsiagaan pertahanan nasional semakin meningkat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. (kangtop)