Rafale Resmi Masuk Indonesia! Presiden Prabowo Lakukan Prosesi Khusus di Lanud Halim

Politik9 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan simbol kunci sejumlah alutsista terbaru TNI kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam sebuah acara di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin.

Adapun alutsista yang diserahkan meliputi pesawat tempur MRCA Rafale, pesawat angkut A400M, pesawat Falcon 8X, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, serta Missile Meteor.

Dari total tersebut, terdapat enam unit Rafale, empat unit Falcon 8X, dan satu unit Airbus A400M Atlas MRT yang menjadi bagian dari penguatan armada TNI AU.

Berdasarkan laporan di lokasi, kunci simbolis tersebut kemudian diteruskan oleh Panglima TNI kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono sebagai bentuk estafet penyerahan kepada jajaran TNI AU.

Sebelum prosesi penyerahan dilakukan, Presiden Prabowo terlebih dahulu menjalani rangkaian seremoni.

Mulai dari pembukaan tirai lambang Skuadron 12 yang menempel pada badan pesawat hingga penyiraman air kembang di bagian moncong pesawat.

Acara juga dilanjutkan dengan pemecahan kendi sebagai simbol peresmian.

Setelah prosesi tersebut, Presiden bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai alutsista yang dipamerkan.

Dalam kegiatan itu, Presiden turut didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Indonesia sendiri diketahui menjadi salah satu negara pembeli jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis.

Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak pengadaan total 42 unit, dengan tahap awal pengiriman yang terus berjalan secara bertahap.

BACA:  Presiden Prabowo: Ekonomi Indonesia Harus Berpihak pada Rakyat dan Berkeadilan Sosial

Dengan hadirnya Rafale dan sejumlah alutsista modern lainnya, TNI AU diharapkan semakin memperkuat kemampuan menjaga wilayah udara Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga meninjau langsung 11 alutsista baru TNI AU yang dipamerkan di lokasi yang sama sebagai bagian dari program modernisasi pertahanan udara nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa penguatan alutsista merupakan langkah strategis di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Ia menekankan bahwa seluruh pembangunan kekuatan militer Indonesia difokuskan untuk pertahanan, bukan kepentingan ofensif.

“Kita tidak punya kepentingan selain menjaga wilayah kita sendiri. Dunia penuh ketidakpastian, dan pertahanan adalah kunci stabilitas,” ujar Prabowo.

Ia juga memastikan bahwa modernisasi alutsista akan terus dilanjutkan secara bertahap demi memperkuat pertahanan di seluruh sektor, baik udara, laut, maupun darat.

Pemerintah berharap peningkatan kapasitas pertahanan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. (kangtop)