Jangan Anggap Sepele Mata Kabur! Ini 11 Penyakit yang Bisa Menjadi Penyebabnya, Ada Stroke hingga Tumor Otak

Kesehatan35 Dilihat

KONCOdewe.com – Mata kabur sering kali dianggap sebagai gangguan penglihatan biasa yang akan membaik dengan sendirinya setelah beristirahat.

Padahal, kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh kelelahan mata atau bertambahnya usia.

Dalam sejumlah kasus, penglihatan yang tampak buram atau tidak fokus justru bisa menjadi tanda adanya penyakit serius yang memerlukan penanganan medis secepatnya.

Apabila Anda sering menyipitkan mata, berkedip berulang kali, atau menggosok mata agar penglihatan menjadi lebih jelas, jangan mengabaikan keluhan tersebut.

Terlebih jika mata kabur muncul secara tiba-tiba atau disertai gejala lain seperti sakit kepala, nyeri mata, hingga kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

Perubahan mendadak pada kemampuan melihat merupakan kondisi yang tidak normal dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Secara umum, mata kabur memang paling sering disebabkan oleh gangguan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, maupun presbiopia.

Namun, keluhan ini juga dapat menjadi gejala berbagai penyakit yang menyerang mata maupun sistem saraf.

  1. Mata Kering Kronis Dapat Mengganggu Ketajaman Penglihatan

Menurut All About Vision, sindrom mata kering kronis dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram dan berubah-ubah sepanjang hari.

Kondisi ini terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas air mata menurun sehingga permukaan mata tidak terlumasi dengan baik.

Kasus ringan biasanya dapat diatasi dengan penggunaan air mata buatan atau obat tetes mata.

Namun, pada kondisi yang lebih berat, dokter mungkin akan meresepkan obat khusus atau melakukan tindakan seperti pemasangan punctal plug untuk mempertahankan kelembapan mata.

  1. Katarak Menyebabkan Penglihatan Semakin Berkabut

Katarak merupakan salah satu penyebab mata kabur yang paling sering terjadi, terutama pada usia lanjut.

Penderita umumnya mengalami penglihatan yang tampak berkabut, sulit melihat pada malam hari, dan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

Jika tidak ditangani, katarak dapat terus berkembang hingga menyebabkan kebutaan.

Kabar baiknya, operasi katarak umumnya mampu mengembalikan kualitas penglihatan secara signifikan.

  1. Glaukoma Dapat Menyebabkan Kebutaan Permanen
BACA:  Hakikat Penyakit dan Kesembuhan dalam Pandangan Islam: Ujian yang Mengantarkan Manusia Mengenal Allah

Mata kabur juga bisa menjadi gejala glaukoma, yaitu penyakit yang merusak saraf optik akibat tekanan bola mata yang meningkat.

Selain penglihatan buram, penderita dapat melihat lingkaran seperti pelangi di sekitar cahaya, mengalami blind spot atau titik buta, hingga perubahan ukuran pupil.

Tanpa pengobatan, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

  1. Diabetes Bisa Merusak Retina Mata

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina dan memicu retinopati diabetik.

Menurut WebMD, kondisi ini menyebabkan mata kabur, muncul bintik-bintik melayang pada penglihatan, hingga kehilangan penglihatan permanen apabila tidak ditangani.

Karena itu, penderita diabetes dianjurkan menjalani pemeriksaan mata secara rutin setidaknya satu kali dalam setahun agar kerusakan retina dapat dideteksi lebih dini.

  1. Mata Kabur Bisa Menjadi Tanda Stroke

Perubahan penglihatan yang muncul secara mendadak tanpa disertai rasa nyeri juga dapat menjadi salah satu tanda stroke.

Mata kabur bahkan bisa disertai penglihatan ganda.

Jika kondisi tersebut disertai wajah menurun sebelah, bicara pelo, pusing, kehilangan keseimbangan, atau kelemahan pada satu lengan.

Segera cari pertolongan medis karena stroke membutuhkan penanganan secepat mungkin.

  1. Ibu Hamil Harus Waspada terhadap Preeklamsia

Pada ibu hamil, mata kabur tidak boleh dianggap sebagai keluhan biasa.

Kondisi ini dapat menjadi tanda preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine.

Selain gangguan penglihatan, preeklamsia juga dapat disertai sakit kepala hebat, pembengkakan pada wajah dan tangan, mual, sesak napas, nyeri perut, hingga kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

Kondisi ini berpotensi membahayakan ibu maupun janin sehingga memerlukan penanganan segera.

  1. Migrain Tidak Hanya Menyebabkan Sakit Kepala

Migrain sering kali disertai gangguan penglihatan yang dikenal sebagai aura.

Sebelum sakit kepala muncul, sebagian penderita dapat mengalami mata kabur, melihat kilatan cahaya, garis bergelombang, bintik-bintik, bahkan kehilangan penglihatan sementara.

Gangguan tersebut biasanya berlangsung singkat, tetapi tetap perlu mendapatkan evaluasi apabila terjadi berulang atau semakin berat.

  1. Psoriasis Juga Bisa Menyerang Mata
BACA:  Tak Perlu Rumit, Ini Cara Sederhana Mengelola Stres yang Bisa Dilakukan Sendiri

Selama ini psoriasis lebih dikenal sebagai penyakit kulit. Namun, peradangan akibat psoriasis juga dapat mengenai mata dan menyebabkan uveitis.

Kondisi tersebut dapat memicu mata kabur, mata merah, nyeri, serta sensitivitas terhadap cahaya.

Penanganan dini diperlukan untuk mencegah kerusakan penglihatan.

  1. Multiple Sclerosis Dapat Menyebabkan Neuritis Optik

Pada sebagian penderita multiple sclerosis, penglihatan kabur menjadi salah satu gejala awal akibat peradangan saraf optik atau neuritis optik.

Selain mata kabur, penderita dapat kehilangan kemampuan membedakan warna, merasakan nyeri saat menggerakkan mata, mengalami gangguan keseimbangan, mati rasa, kelemahan otot, hingga mudah lelah.

Meski demikian, neuritis optik tidak selalu berarti seseorang menderita multiple sclerosis sehingga pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan.

  1. Tumor Otak Dapat Menekan Saraf Penglihatan

Tumor otak juga dapat menyebabkan mata kabur karena meningkatnya tekanan di dalam rongga kepala yang memengaruhi saraf penglihatan.

Keluhan ini biasanya disertai sakit kepala yang terus-menerus, mual, muntah, kejang, hingga perubahan perilaku.

Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis dan pencitraan untuk memastikan penyebabnya.

  1. Penyakit Parkinson Ikut Memengaruhi Penglihatan

Pada stadium yang lebih lanjut, penyakit Parkinson juga dapat mengganggu kemampuan mata dalam bergerak dan fokus sehingga penglihatan terasa kabur.

Selain gangguan penglihatan, penyakit ini umumnya ditandai dengan tremor, kekakuan otot, gangguan keseimbangan, serta koordinasi tubuh yang semakin menurun.

Segera Periksa Jika Mata Kabur Muncul Mendadak

Mata kabur memang tidak selalu menandakan penyakit berbahaya.

Namun, jika keluhan muncul secara tiba-tiba, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain.

Seperti nyeri kepala hebat, kelemahan anggota tubuh, atau gangguan bicara, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan sejak dini sangat penting agar penyebab mata kabur dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Dengan demikian, risiko komplikasi serius hingga kehilangan penglihatan permanen dapat diminimalkan. (kangtop)