Sering Kembung atau Susah BAB? Coba Konsumsi 12 Makanan Ini agar Pencernaan Lebih Sehat

Kesehatan32 Dilihat

KONCOdewe.com – Sistem pencernaan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Setiap makanan yang dikonsumsi akan diolah menjadi energi dan nutrisi yang dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bekerja secara optimal.

Namun, proses tersebut tidak selalu berjalan lancar. Pola makan yang kurang sehat, minim serat, atau perubahan menu secara mendadak dapat memicu berbagai gangguan pencernaan.

Masalah pencernaan bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Gejalanya pun beragam, seperti perut kembung, sering buang angin, sembelit, diare, mual, muntah, hingga nyeri lambung. Jika dibiarkan, kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kabar baiknya, beberapa jenis makanan diketahui mampu membantu menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus membuat proses pencernaan menjadi lebih optimal.

Berikut daftar makanan yang baik dikonsumsi untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

  1. Makanan Tinggi Serat, Kunci Pencernaan Tetap Lancar

Serat menjadi salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh sistem pencernaan.

Kandungan ini membantu memperlancar pergerakan usus sehingga sisa makanan lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Bagi yang belum terbiasa mengonsumsi makanan berserat, sebaiknya tingkatkan asupannya secara bertahap.

Mulailah dengan serat larut yang terdapat pada oatmeal, apel, maupun pisang.

Penambahan serat secara perlahan akan membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.

Selain itu, jangan lupa memperbanyak konsumsi air putih agar serat dapat bekerja lebih efektif dalam melunakkan dan menambah volume feses.

  1. Jahe, Rempah Alami untuk Meredakan Gangguan Lambung

Jahe telah lama dikenal sebagai bahan alami yang membantu mengatasi masalah pencernaan.

Rempah ini dipercaya mampu mengurangi rasa mual, kembung, dan ketidaknyamanan pada perut.

Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk irisan segar yang diseduh menjadi minuman hangat atau dijadikan bumbu masakan menggunakan bubuk jahe berkualitas.

  1. Lemak Tak Jenuh Membantu Penyerapan Nutrisi
BACA:  Bukan Sekadar Gula! Ini Rantai Gangguan Tubuh yang Diam-Diam Memicu Diabetes

Tidak semua lemak berdampak buruk bagi tubuh.

Lemak tak jenuh justru membantu penyerapan berbagai vitamin penting sekaligus mendukung pergerakan usus jika dikombinasikan dengan asupan serat.

Sumber lemak sehat dapat diperoleh dari minyak zaitun maupun minyak nabati lainnya.

Meski demikian, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak berlebihan.

  1. Sayuran Berkulit Lebih Kaya Serat

Sayuran menjadi salah satu makanan terbaik untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Menariknya, bagian kulit sayuran sering kali menyimpan kandungan serat yang cukup tinggi.

Kentang, kacang-kacangan, hingga berbagai jenis polong-polongan akan memberikan manfaat lebih apabila dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci hingga bersih.

  1. Buah-buahan Membantu Menyehatkan Usus

Apel, jeruk, dan pisang merupakan contoh buah yang kaya serat, vitamin C, serta kalium.

Kandungan tersebut membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh.

Mengonsumsi buah secara rutin juga dapat membantu mencegah sembelit dan memperbaiki fungsi usus.

  1. Gandum Utuh Membuat Pencernaan Bekerja Lebih Baik

Makanan berbahan gandum utuh seperti beras merah dan quinoa mengandung serat tinggi yang membantu memperlancar pencernaan.

Selain itu, biji-bijian utuh dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  1. Yogurt Kaya Probiotik

Yogurt mengandung probiotik atau bakteri baik yang sangat bermanfaat bagi kesehatan usus.

Bakteri tersebut membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan sehingga mampu mengurangi keluhan seperti diare, sembelit, maupun perut kembung.

Probiotik juga membantu tubuh mencerna laktosa dengan lebih baik.

  1. Kefir, Minuman Fermentasi yang Menyehatkan

Selain yogurt, kefir juga termasuk minuman fermentasi yang kaya probiotik.

Konsumsi kefir secara rutin dipercaya dapat meningkatkan kesehatan usus sekaligus memperbaiki proses pencernaan karena kandungan bakteri baiknya.

  1. Sayuran Hijau Menjadi Makanan Favorit Bakteri Baik

Bayam, kangkung, sawi, dan berbagai sayuran hijau lainnya mengandung banyak vitamin, mineral, serta senyawa alami bernama sulfoquinovose.

BACA:  Bukan Sekadar Jamu, Herbal Ternyata Menyimpan Banyak Manfaat untuk Tubuh

Senyawa tersebut diketahui menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan memperlancar sistem pencernaan.

  1. Tempe, Makanan Fermentasi Kaya Manfaat

Tempe bukan hanya menjadi sumber protein nabati, tetapi juga termasuk makanan fermentasi yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Proses fermentasi membantu memecah senyawa antinutrisi sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.

Selain itu, kandungan probiotiknya membantu menjaga lapisan pelindung usus, mengurangi kembung, menekan risiko diare, hingga meredakan gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS).

  1. Salmon Kaya Omega-3

Ikan salmon merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3 terbaik.

Nutrisi ini berperan mengurangi peradangan di saluran pencernaan yang sering dialami penderita penyakit radang usus maupun gangguan pencernaan lainnya.

Dengan peradangan yang berkurang, proses pencernaan pun dapat berlangsung lebih baik.

  1. Peppermint Membantu Meredakan Gangguan Pencernaan

Peppermint telah lama dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk mengatasi berbagai keluhan pencernaan.

Kandungan mentol di dalam minyak peppermint mampu memberikan efek relaksasi pada otot saluran cerna sehingga membantu mempercepat pergerakan makanan di dalam usus.

Selain itu, peppermint juga dipercaya dapat mengurangi kembung, nyeri perut, hingga gangguan buang air besar yang sering dialami penderita IBS.

Jaga Pola Makan agar Sistem Pencernaan Tetap Sehat

Selain memilih makanan yang tepat, menjaga pola makan secara teratur juga menjadi kunci utama kesehatan pencernaan.

Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukupi kebutuhan cairan, serta hindari makan berlebihan agar kerja saluran cerna tetap optimal.

Jika keluhan seperti diare, sembelit, nyeri perut, atau gangguan pencernaan lainnya berlangsung dalam waktu lama maupun semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (kangtop)