Sering Merasa Lemas dan Pusing Setelah Makan? Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

Kesehatan32 Dilihat

KONCOdewe.com – Banyak orang mengira rasa pusing hanya muncul ketika perut kosong karena kadar gula darah menurun.

Padahal, sebagian orang justru mengalami kepala terasa ringan, berputar, atau tubuh limbung setelah selesai makan.

Kondisi ini memang tidak terlalu sering terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Dalam dunia medis, pusing yang muncul setelah makan dikenal sebagai vertigo postprandial.

Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan tekanan darah, penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba, hingga sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu.

Meski sebagian kasus tidak berbahaya, gejala yang berulang sebaiknya tidak diabaikan.

Hipotensi Postprandial, Tekanan Darah Turun Setelah Makan

Salah satu penyebab paling umum adalah hipotensi postprandial, yaitu kondisi ketika tekanan darah menurun setelah seseorang makan.

Saat makanan mulai dicerna, tubuh mengalirkan lebih banyak darah menuju lambung dan usus.

Akibatnya, aliran darah ke bagian tubuh lain berkurang sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan sirkulasi darah.

Pada sebagian orang, mekanisme ini tidak berjalan optimal sehingga tekanan darah menurun dan memicu rasa pusing.

Kondisi ini lebih sering dialami oleh kelompok lanjut usia.

Selain kepala terasa ringan, penderita juga dapat mengalami tubuh lemas, mual, pandangan kabur, bahkan nyeri dada.

Dalam kasus yang jarang terjadi, hipotensi postprandial dapat memicu serangan iskemik transien atau stroke ringan.

Hingga kini belum ada obat khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.

Namun dokter biasanya menyarankan perubahan pola makan dan gaya hidup agar gejala dapat diminimalkan.

Gula Darah Turun Drastis Setelah Makan

Penyebab lain yang juga perlu diwaspadai adalah hipoglikemia nondiabetes atau hipoglikemia reaktif.

BACA:  Bukan Cuma Bayam, Ini 8 Makanan Terbaik untuk Penderita Anemia agar Cepat Pulih

Berbeda dengan kondisi normal, kadar gula darah penderita justru turun setelah makan.

Para ahli menduga kondisi ini terjadi karena tubuh melepaskan insulin dalam jumlah berlebihan.

Akibatnya, gula darah menurun terlalu cepat sehingga muncul berbagai keluhan.

Seperti pusing, tubuh gemetar, lapar berlebihan, berkeringat, mudah marah, mengantuk, cemas, hingga sulit berkonsentrasi.

Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat ditangani melalui tindakan medis tertentu.

Namun sebagian besar penderita cukup melakukan pengaturan pola makan agar kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

Makanan Tertentu Bisa Menjadi Pemicu

Tidak semua orang memiliki respons tubuh yang sama terhadap makanan.

Beberapa jenis makanan justru dapat memicu rasa pusing setelah dikonsumsi, terutama pada orang yang memiliki riwayat migrain, vertigo, atau penyakit Meniere.

Sejumlah makanan yang sering dikaitkan dengan munculnya gejala tersebut.

Antara lain minuman beralkohol, cokelat, produk olahan susu, makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG), acar, serta berbagai jenis kacang-kacangan.

Selain itu, minuman berkafein seperti kopi dan minuman bersoda juga dapat menjadi pemicu pada sebagian orang.

Kandungan kafein mampu meningkatkan denyut jantung sehingga pada individu yang sensitif atau memiliki gangguan jantung, kondisi tersebut dapat menyebabkan kepala terasa ringan atau berputar.

Jangan Langsung Berdiri Setelah Makan

Pusing setelah makan juga bisa dipicu oleh kebiasaan sederhana, yakni berdiri terlalu cepat setelah duduk.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah secara mendadak ketika seseorang berpindah dari posisi duduk ke berdiri.

Gangguan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Seperti dehidrasi, gula darah rendah, gangguan jantung, kehamilan, anemia, infeksi, efek samping obat tekanan darah, hingga paparan suhu panas yang berlebihan.

BACA:  Jangan Malas Jalan Kaki! Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Apabila kondisi hanya terjadi sesekali, memperbanyak konsumsi air putih biasanya cukup membantu.

Namun bila keluhan terus berulang, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Pusing setelah makan tidak boleh dianggap remeh apabila disertai gejala lain yang lebih serius.

Segera cari pertolongan medis apabila pusing muncul bersamaan dengan nyeri dada, kebingungan, penurunan kesadaran, atau gejala neurologis lainnya.

Begitu pula jika keluhan terus berulang dan semakin sering terjadi karena dapat meningkatkan risiko jatuh maupun kecelakaan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab utama sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.

Cara Mengurangi Risiko Pusing Setelah Makan

Penanganan pusing setelah makan bergantung pada penyebabnya.

Namun secara umum, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko munculnya keluhan:

  • Pilih makanan yang dicerna lebih lambat seperti biji-bijian utuh, buah, dan sayuran.
  • Batasi makanan tinggi gula sederhana dan karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, dan kentang.
  • Perbanyak minum air putih, terutama sebelum makan, agar volume darah tetap terjaga.
  • Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering dibandingkan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus.
  • Hindari berdiri terlalu cepat setelah selesai makan.
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman yang terbukti memicu pusing, seperti alkohol, kafein, dan makanan tinggi garam apabila tubuh sensitif terhadap bahan tersebut.

Apabila Anda menduga ada makanan tertentu yang menjadi pemicu, konsultasikan dengan dokter.

Melalui pola makan eliminasi atau pemeriksaan lanjutan, penyebabnya dapat diketahui sehingga keluhan pusing setelah makan dapat dicegah sejak dini. (kangtop)