Honda Super-ONE Resmi Dijual di Jepang, “Brio Listrik” Rp 300 Jutaan yang Bikin Penasaran!

Otomotif6 Dilihat

KONCOdewe.com – Dunia otomotif kembali dibuat ramai oleh langkah besar dari Honda Motor Co., Ltd. yang resmi memulai penjualan mobil listrik compact terbarunya di Jepang.

Model ini dikenal dengan nama Honda Super-ONE, yang tak sedikit orang menyebutnya sebagai “Brio Listrik” karena konsepnya yang mungil, praktis, namun penuh teknologi modern.

Mobil listrik ini hadir sebagai bagian dari upaya Honda menghadirkan kendaraan ramah lingkungan yang tidak hanya efisien.

Tetapi juga mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih emosional dan menyenangkan.

EV Compact dengan Karakter Lebih Lebar dan Stabil

Honda Super-ONE dibangun di atas sasis khusus yang dirancang untuk kendaraan listrik generasi baru.

Menariknya, bodinya dibuat sedikit lebih lebar dibanding Honda N-ONE e:, sehingga memberikan stabilitas lebih baik sekaligus kesan yang lebih “berisi” saat dipandang.

Meski berukuran compact, mobil ini tidak terasa sederhana.

Justru sebaliknya, Honda menanamkan berbagai elemen yang membuatnya terasa lebih hidup dan interaktif untuk pengemudi sehari-hari.

Performa Listrik dengan Mode BOOST yang Menggoda

Di sektor dapur pacu, Super-ONE dibekali e-Axle ringkas serta baterai ramping berkapasitas tinggi yang dirancang untuk efisiensi dan performa seimbang.

Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah Mode BOOST, yang mampu meningkatkan tenaga dari 47 kW pada Mode Normal menjadi 70 kW saat diaktifkan.

Perubahan ini memberikan sensasi akselerasi yang lebih agresif, sesuatu yang jarang ditemui pada mobil listrik compact.

Sensasi “Mobil Sport” dalam Balutan EV

Menariknya, Honda tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga pengalaman berkendara yang lebih emosional.

Super-ONE dilengkapi sistem simulasi transmisi 7-percepatan yang meniru sensasi perpindahan gigi seperti mobil konvensional.

BACA:  Toyota Masuki Era Baru, Urban Cruiser Ebella Resmi Meluncur di India, SUV Listrik Jarak Jauh Tembus 540 Km

Ditambah lagi, terdapat Active Sound Control yang menghasilkan suara mesin virtual sesuai input pedal gas.

Kombinasi ini membuat pengemudi seolah-olah sedang mengendarai mobil sport bermesin bensin, meski sebenarnya tanpa emisi sama sekali.

Interior Futuristik dengan Efek Visual Dinamis

Masuk ke kabin, suasana futuristik langsung terasa. Honda menambahkan iluminasi LED pada panel instrumen sisi penumpang depan yang memberi kesan modern dan hidup.

Tidak hanya itu, tampilan MID juga ikut berubah warna dari biru menjadi ungu saat Mode BOOST diaktifkan.

Detail kecil ini memberikan nuansa emosional yang memperkuat karakter “fun driving” khas Honda.

Jarak Tempuh dan Pengisian Daya yang Praktis

Untuk kebutuhan harian, Honda mengklaim Super-ONE mampu menempuh jarak hingga 274 km (WLTC) dalam sekali pengisian penuh.

Soal pengisian daya, mobil ini bisa diisi sekitar 4,5 jam menggunakan charger biasa, dan hanya sekitar 30 menit dengan fast charging.

Kombinasi ini membuatnya cukup fleksibel untuk penggunaan di dalam kota maupun perjalanan singkat antar wilayah.

Bisa Jadi Sumber Listrik Darurat

Salah satu fitur unik lainnya adalah kemampuan vehicle-to-device melalui Honda Power Supply Connector.

Sistem ini memungkinkan Super-ONE menghasilkan daya listrik hingga 1.500W, yang bisa digunakan untuk peralatan rumah tangga atau kebutuhan darurat saat listrik padam.

Fitur ini membuat mobil tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga sumber energi cadangan yang fungsional.

Harga dan Potensi Menarik Perhatian Pasar

Di Jepang, Honda Super-ONE dibanderol sekitar 3.390.200 yen, atau setara kurang lebih Rp 378 jutaan (termasuk pajak 10 persen).

Dengan banderol tersebut, banyak yang mulai membandingkan posisi mobil ini di segmen EV compact.

Apalagi konsepnya yang unik, menggabungkan sensasi mobil sport dengan efisiensi kendaraan Listrik, membuatnya cukup menarik perhatian.

BACA:  Chery Segarkan Keluarga Tiggo 8 Champion Family, Hadirkan Teknologi Berkendara Semi-Otonom dan Kabin Makin Canggih

Pertanyaannya kini, apakah “Brio Listrik” ini akan ikut masuk ke pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di masa depan? (kangtop)