KONCOdewe.com – Persijap Jepara menorehkan kemenangan penting dan meyakinkan setelah sukses menundukkan Persita Tangerang dengan skor telak 3-0 pada lanjutan Super League pekan ke-32, Minggu (10/5/2026).
Bertanding di Banten International Stadium, Laskar Kalinyamat tampil penuh percaya diri sejak menit awal.
Anak asuh Mário Lemos langsung mengambil kendali permainan dengan tekanan tinggi ke area pertahanan tuan rumah, membuat Persita lebih banyak bertahan.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah hasil pada menit ke-25. Dicky Kurniawan berhasil memanfaatkan umpan terukur dari Iker Guarrotxena dan mengubahnya menjadi gol pembuka.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, dominasi Persijap semakin tak terbendung. Serangan demi serangan terus dilancarkan, membuat Persita kesulitan keluar dari tekanan.
Gol kedua hadir pada menit ke-74 melalui aksi Sudi Abdullah yang sukses menyelesaikan peluang dengan tenang lewat sontekan akurat yang tak mampu dihentikan kiper lawan.
Dua menit berselang, Persijap kembali menambah keunggulan.
Kali ini Carlos França mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76 setelah memanfaatkan peluang di depan gawang, sekaligus memastikan skor berubah menjadi 3-0.
Sepanjang laga, Persijap tampil lebih efektif dengan penguasaan bola mencapai 56 persen.
Mereka mencatat 10 tembakan dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Sebaliknya, Persita hanya mampu menciptakan tiga peluang dengan satu tembakan tepat sasaran.
Pertandingan ini dipimpin wasit asal Uzbekistan, Nadjafaliev A., dan disiarkan langsung melalui platform Vidio.
Kemenangan ini disambut meriah oleh para pendukung Persijap.
Ribuan suporter yang menggelar nonton bareng di Pendapa R.A Kartini Jepara pecah dalam sorak sorai begitu laga usai.
Lebih dari sekadar kemenangan, hasil ini menjadi momen bersejarah bagi Persijap Jepara.
Tambahan tiga poin tersebut memastikan Laskar Kalinyamat tetap bertahan di BRI Super League musim depan.
Dengan koleksi 34 poin dari 32 pertandingan, posisi Persijap sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh tim di zona degradasi.
Persis Solo yang berada di peringkat ke-16 dengan 28 poin hanya menyisakan dua laga, sehingga secara matematis tidak mampu melampaui Persijap.
Meski secara poin masih bisa disamai, Persijap unggul dalam head to head dan selisih gol, sehingga status aman dari degradasi resmi terkunci.
Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi skuad asuhan Mário Lemos yang melalui musim penuh tekanan di papan bawah klasemen.
Dengan kepastian bertahan di liga utama, dua laga tersisa menghadapi Borneo FC dan Persib Bandung tak lagi menjadi pertandingan penentu nasib. (kangtop)












