KONCOdewe.com – Harga minyak goreng di tingkat eceran nasional kompak mengalami penurunan pada awal pekan, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per pukul 08.00 WIB, baik minyak goreng curah maupun kemasan tercatat lebih murah dibandingkan sebelumnya.
Harga minyak goreng curah kini berada di level Rp20.000 per liter, turun 2,44 persen.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp22.000 per liter setelah turun 9,28 persen, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II turun lebih dalam, yakni 12,39 persen, menjadi Rp20.500 per liter.
Selain minyak goreng, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami penurunan harga.
Bawang merah turun 33,33 persen menjadi Rp30.000 per kilogram (kg), sedangkan bawang putih merosot 32,2 persen menjadi Rp30.000 per kg.
Harga berbagai jenis beras juga bergerak turun. Beras kualitas bawah I kini dijual Rp14.500 per kg, beras bawah II Rp13.700 per kg.
Beras medium I Rp15.800 per kg, beras medium II Rp14.700 per kg, beras super I Rp16.500 per kg, dan beras super II Rp16.000 per kg.
Pada kelompok cabai, penurunan harga paling tajam terjadi pada cabai merah besar yang turun 44,95 persen menjadi Rp27.000 per kg.
Cabai rawit hijau juga turun 42,03 persen menjadi Rp30.000 per kg, disusul cabai rawit merah yang kini dijual Rp45.000 per kg setelah turun 23,99 persen.
Sementara cabai merah keriting berada di harga Rp46.500 per kg.
Komoditas protein hewani ikut mengalami koreksi. Daging ayam ras segar turun menjadi Rp35.000 per kg.
Sedangkan daging sapi kualitas I kini dipasarkan Rp130.000 per kg dan daging sapi kualitas II Rp120.000 per kg.
Di sisi lain, harga gula juga melemah. Gula pasir premium turun menjadi Rp19.000 per kg, sementara gula pasir lokal kini dijual Rp17.000 per kg.
Sementara itu, telur ayam ras segar ikut mengalami penurunan harga sebesar 6,74 persen, sehingga kini dipatok Rp27.000 per kg. (kangtop)







