Bukan Cuma Pisang, Ini Deretan Makanan yang Kaya Kalium dan Baik untuk Tubuh

Kesehatan31 Dilihat

KONCOdewe.com – Pisang selama ini memang begitu lekat dengan anggapan sebagai salah satu buah yang kaya akan kalium.

Tak sedikit orang yang langsung mengingat pisang ketika membicarakan mineral yang satu ini. Padahal, sumber kalium tidak hanya berasal dari pisang.

Ada banyak jenis makanan lain yang ternyata memiliki kandungan kalium cukup tinggi dan dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral harian.

Kalium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh agar berbagai fungsi vital dapat berjalan dengan baik.

Kebutuhan kalium yang tercukupi turut mendukung kerja jantung, otot, saraf, hingga membantu menjaga keseimbangan fungsi tubuh.

Sebaliknya, ketika tubuh mengalami kekurangan kalium, sejumlah keluhan dapat muncul.

Kondisi tersebut dapat ditandai dengan nyeri otot, otot yang mudah mengalami kram, jantung berdebar atau berdetak lebih cepat, frekuensi buang air kecil yang meningkat, hingga munculnya sesak napas.

Karena itu, memenuhi kebutuhan kalium setiap hari menjadi bagian penting dari pola makan sehat.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memilih makanan yang secara alami mengandung mineral tersebut.

Kalium Punya Peran Penting bagi Tubuh

Sebelum membahas makanan apa saja yang kaya kalium, penting untuk memahami mengapa mineral ini dibutuhkan tubuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, kalium memiliki sejumlah fungsi penting. Mineral ini membantu menunjang kinerja berbagai organ dan sistem tubuh, termasuk jantung, ginjal, otot, serta saraf.

Kalium juga berperan dalam membantu mengendalikan tekanan darah.

Selain itu, kecukupan mineral ini berkaitan dengan upaya menjaga kepadatan tulang dan membantu menurunkan risiko stroke.

Dengan begitu banyak fungsi tersebut, kebutuhan kalium tidak bisa dianggap sepele.

Tubuh memerlukan asupan mineral ini setiap hari, meskipun jumlah yang dibutuhkan setiap orang tidak selalu sama.

Kebutuhan Kalium Berbeda Berdasarkan Usia

Jumlah kebutuhan kalium harian dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan tertentu.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan Kementerian Kesehatan, kebutuhan kalium pada bayi sejak lahir hingga usia 11 bulan relatif lebih rendah, yakni sekitar 400 hingga 700 miligram per hari.

BACA:  Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 1 September 2026 Turun Rp6.000, Segini Harga Terbarunya

Kebutuhan tersebut kemudian meningkat seiring pertumbuhan anak.

Pada usia 1 hingga 18 tahun, kebutuhan kalium dapat berada pada kisaran 2.600 hingga 5.300 miligram per hari, tergantung kelompok usia dan jenis kelamin.

Sementara itu, orang dewasa berusia 19 tahun ke atas membutuhkan sekitar 4.700 miligram kalium setiap harinya berdasarkan angka yang tercantum dalam sumber tersebut.

Perbedaan kebutuhan ini menunjukkan bahwa pemenuhan nutrisi memang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Alpukat Ternyata Lebih Tinggi Kalium daripada Pisang

Jika selama ini pisang menjadi pilihan utama untuk mendapatkan kalium, ternyata masih ada sejumlah makanan lain yang kandungan mineralnya lebih tinggi.

Alpukat, misalnya, menjadi salah satu sumber kalium yang cukup menonjol. Satu buah alpukat diperkirakan mengandung sekitar 974 miligram kalium.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kandungan kalium dalam satu buah pisang yang diperkirakan sekitar 422 miligram.

Artinya, pisang memang mengandung kalium, tetapi bukan satu-satunya pilihan.

Mengonsumsi berbagai jenis makanan justru dapat membantu tubuh memperoleh asupan nutrisi yang lebih beragam.

Deretan Makanan yang Kaya Kalium

Selain alpukat dan pisang, sejumlah makanan lain juga dapat menjadi sumber kalium dalam menu sehari-hari.

Berikut beberapa di antaranya berdasarkan takaran yang disebutkan dalam sumber:

  • Alpukat, satu buah mengandung sekitar 974 miligram kalium.
  • Kacang putih, satu cangkir sekitar 829 miligram.
  • Jus wortel, satu gelas sekitar 689 miligram.
  • Edamame, satu cangkir sekitar 676 miligram.
  • Delima, satu buah sekitar 666 miligram.
  • Semangka, dua potong sekitar 640 miligram.
  • Air kelapa, satu gelas sekitar 600 miligram.
  • Ubi jalar, satu buah sekitar 541 miligram.
  • Bayam mentah, satu cangkir sekitar 540 miligram.
  • Bit, satu cangkir sekitar 518 miligram.
  • Kentang, satu buah sekitar 515 miligram.
  • Yogurt tawar, satu cangkir sekitar 500 miligram.
  • Jus tomat, satu gelas sekitar 500 miligram.
  • Pisang, satu buah sekitar 422 miligram.
  • Ikan laut, sekitar 85 gram mengandung kurang lebih 400 miligram.
  • Susu rendah lemak, satu cangkir sekitar 350 miligram.

Jumlah tersebut merupakan perkiraan berdasarkan ukuran porsi yang disebutkan sehingga kandungan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada ukuran, jenis, serta cara pengolahan makanan.

BACA:  Harga Pangan Terbaru 29 Agustus 2026: Cabai Naik, Bawang dan Minyak Goreng Bagaimana?

Pisang Bukan Satu-Satunya Pilihan

Dari daftar tersebut terlihat bahwa banyak bahan makanan sehari-hari yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalium.

Alpukat bahkan memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi dibandingkan pisang.

Kacang putih, edamame, air kelapa, ubi jalar, bayam, kentang, hingga berbagai produk susu juga bisa menjadi bagian dari menu yang membantu mencukupi kebutuhan mineral tersebut.

Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pola makan sehat tidak harus bergantung pada satu jenis makanan.

Memvariasikan sumber makanan justru dapat memberikan tubuh berbagai zat gizi lain secara bersamaan.

Misalnya, sayuran hijau tidak hanya memberikan kalium, tetapi juga mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan serat.

Begitu pula ikan, kacang-kacangan, buah, serta produk susu memiliki komposisi nutrisi yang berbeda-beda.

Kekurangan Kalium Jangan Diabaikan

Kebutuhan kalium perlu diperhatikan karena mineral ini berhubungan dengan banyak fungsi penting tubuh.

Ketika asupan kalium tidak mencukupi atau tubuh kehilangan terlalu banyak kalium dalam kondisi tertentu, seseorang dapat mengalami berbagai keluhan.

Gejalanya dapat berupa kelemahan atau nyeri otot, kram, perubahan denyut jantung, hingga gangguan lainnya.

Namun, keluhan tersebut tidak selalu berarti seseorang pasti mengalami kekurangan kalium. Berbagai kondisi kesehatan dapat menimbulkan gejala yang serupa.

Karena itu, jika muncul keluhan yang menetap atau cukup berat, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan.

Lengkapi Menu Harian dengan Sumber Kalium

Mencukupi kebutuhan kalium tidak harus dilakukan dengan mengandalkan pisang setiap hari.

Ada banyak pilihan makanan yang bisa dimasukkan ke dalam menu sesuai selera dan kebutuhan.

Alpukat, kacang putih, edamame, bayam, ubi jalar, kentang, ikan, yogurt, susu rendah lemak, hingga berbagai buah dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam.

Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan asupan secara keseluruhan.

Dengan memilih makanan yang bervariasi dan kaya zat gizi, kebutuhan mineral seperti kalium dapat lebih mudah dipenuhi sekaligus mendukung tubuh agar tetap menjalankan fungsinya dengan baik. (kangtop)