KONCOdewe.com – Kurs rupiah pada perdagangan Senin pagi tercatat kembali tertekan.
Mata uang Garuda melemah 33 poin atau sekitar 0,19 persen ke posisi Rp17.630 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.
Mengutip Antara, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah dipicu sentimen global setelah pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak memberikan kejelasan solusi terkait konflik AS–Iran.
Kondisi tersebut memicu sikap hati-hati pelaku pasar global.
Menurutnya, sentimen risk-off kembali menguat pada akhir pekan lalu.
Dolar AS mengalami penguatan signifikan di tengah aksi jual besar-besaran pada berbagai aset seperti obligasi, saham, kripto, hingga mata uang, akibat kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan kedua pemimpin tersebut yang dinilai minim terobosan.
Dalam pertemuan itu, China mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz dengan tetap menjaga gencatan senjata. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan negaranya terus berupaya mendorong proses perdamaian dan memfasilitasi dialog demi meredakan konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan proses mediasi yang dipimpin Pakistan bersama Amerika Serikat belum gagal, namun menghadapi tantangan berat.
Ia menilai ketidakpercayaan terhadap Washington serta pesan yang dinilai tidak konsisten menjadi hambatan utama.
Iran disebut masih berkomitmen pada jalur diplomasi meski gencatan senjata dinilai rapuh setelah konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, Trump mengaku belum yakin kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai, mengingat negosiasi program nuklir dan konflik yang berlangsung belum menunjukkan titik temu.
Sejumlah laporan media bahkan menyebut Trump tengah mempertimbangkan langkah lanjutan terkait kemungkinan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat, setelah pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Situasi geopolitik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Meski AS dan China menyepakati beberapa kerja sama, respons pasar dinilai lebih dipengaruhi kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak global.
Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS dalam waktu dekat. (kangtop)










