KONCOdewe.com – Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Rabu (8/7) siang.
Berdasarkan data hingga pukul 11.35 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp18.011 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 31 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Peso Filipina terkoreksi 0,20 persen, yen Jepang melemah 0,18 persen, baht Thailand turun 0,16 persen.
Ringgit Malaysia berkurang 0,15 persen, rupee India melemah 0,14 persen, yuan China turun 0,02 persen.
Dolar Singapura melemah 0,02 persen, serta dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Di antara mata uang Asia, hanya won Korea Selatan yang mencatat penguatan sebesar 0,34 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju cenderung beragam.
Dolar Australia menguat 0,19 persen, euro naik 0,02 persen, dan dolar Kanada bertambah 0,04 persen.
Sebaliknya, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen dan franc Swiss turun tipis 0,02 persen.
Sebelumnya, rupiah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (6/7).
Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah sempat menyentuh Rp18.009 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup di posisi Rp17.995 per dolar AS atau melemah 32 poin dibandingkan hari sebelumnya.
Pada perdagangan Selasa (7/7), rupiah sempat menunjukkan pemulihan dengan menguat 15 poin atau sekitar 0,08 persen sehingga ditutup di level Rp17.980 per dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pelemahan rupiah masih tergolong lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.
Berdasarkan data Bloomberg periode 17 Juni hingga 6 Juli 2026, rubel Rusia melemah sekitar 5,5 persen, peso Chile 4 persen, baht Thailand 2,3 persen, sedangkan rupiah turun sekitar 1,4 persen.
Selain itu, won Korea Selatan tercatat melemah sekitar 1 persen, peso Filipina 1 persen, rupee India 0,7 persen, dan yuan China sekitar 0,5 persen dalam periode yang sama.
Bank Indonesia menegaskan akan terus mengoptimalkan kebijakan stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali.
Bank sentral juga memastikan akan mengerahkan berbagai instrumen yang dimiliki guna mempertahankan stabilitas nilai tukar di tengah dinamika pasar keuangan global. (kangtop)













