KONCOdewe.com – Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah.
Hingga Kamis (9/7) waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai sedikitnya 3.889 orang.
Selain korban tewas, hampir 17.000 orang mengalami luka-luka.
Sementara sekitar 18.000 warga kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang melanda negara Amerika Selatan tersebut.
Berdasarkan laporan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, yang dipublikasikan melalui Telegram.
Angka korban meninggal meningkat dari sebelumnya 3.811 orang menjadi 3.889 orang.
Informasi tersebut dikutip AFP pada Jumat (10/7/2026).
Di tengah upaya penanganan pascabencana, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, meminta pencairan aset negara yang dibekukan di luar negeri untuk mendukung proses pemulihan.
Ia mengungkapkan telah mengirim surat kepada Raja Charles III agar sekitar 30 ton cadangan emas milik Venezuela yang tersimpan di Bank of England dapat dilepaskan.
Cadangan emas tersebut sebelumnya dibekukan akibat sanksi yang diberlakukan pemerintah Inggris.
Menurut Delcy Rodriguez, emas itu merupakan milik rakyat Venezuela dan sangat dibutuhkan untuk membiayai rekonstruksi wilayah yang hancur akibat gempa bumi.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah mengupayakan penghimpunan dana bantuan pemulihan senilai US$300 juta bagi Venezuela.
Di sisi lain, pemerintah Venezuela juga melakukan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).
Untuk membuka kembali akses terhadap aset keuangan negara yang sebelumnya diblokir. Informasi tersebut disampaikan juru bicara IMF, Julie Kozack.
Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah adalah kawasan pesisir La Guaira.
Di daerah tersebut, lebih dari 800 bangunan mengalami kerusakan, sementara sekitar 190 bangunan dilaporkan runtuh sepenuhnya akibat guncangan gempa. (kangtop)










