Penetapan Iduladha Tinggal Hitungan Jam, Ini Agenda Lengkap Sidang Isbat

Kabar16 Dilihat

KONCOdewe.com – Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam rangkaian sidang isbat untuk menetapkan awal Zulhijah sekaligus persiapan perayaan Iduladha 2026.

Data hasil rukyatulhilal tersebut nantinya akan dibahas dalam sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/5/2026) sore.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur.

Mulai dari duta besar negara sahabat, wakil menteri agama, Komisi VIII DPR, pejabat eselon I dan II Kemenag, hingga lembaga seperti BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, pakar falak, Tim Hisab Rukyat Kemenag, akademisi, serta pimpinan pondok pesantren.

Menurutnya, sidang isbat menjadi wadah bersama untuk memadukan hasil perhitungan hisab dan observasi rukyatulhilal.

Agar penetapan awal Zulhijah 1447 H dapat dilakukan secara akurat dan diterima seluruh umat Islam di Indonesia.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H diperkirakan terjadi pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 03.00.55 WIB.

Saat rukyat berlangsung, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diprediksi sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian berkisar antara 3 derajat 37 menit 51 detik hingga 6 derajat 54 menit 23 detik.

Sementara itu, sudut elongasi bulan terhadap matahari diperkirakan berada pada rentang 8 derajat 58 menit 23 detik hingga 10 derajat 36 menit 52 detik.

Pelaksanaan rukyatulhilal akan melibatkan kantor wilayah Kemenag, Kemenag kabupaten/kota, peradilan agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta berbagai instansi terkait.

BACA:  BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 7,7 di Mindanao, Berpotensi Picu Tsunami

Titik pemantauan tersebar dari Aceh hingga Papua Barat, mencakup observatorium, kawasan pantai, rooftop gedung, menara pengamatan, hingga masjid di berbagai daerah.

Arsad menegaskan bahwa penyebaran titik pemantauan secara luas diharapkan mampu meningkatkan akurasi hasil rukya.

Sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan sidang isbat. (kangtop)