Cara Menanam Blewah agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah, Simak Tahapan Budidayanya

Hobi59 Dilihat

KONCOdewe.com – Blewah menjadi salah satu tanaman hortikultura yang cukup diminati karena memiliki nilai jual yang baik, terutama ketika permintaan buah segar meningkat.

Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, tanaman ini juga relatif mudah dibudidayakan asalkan kebutuhan tumbuhnya terpenuhi sejak awal.

Meski tergolong mudah dirawat, blewah tidak dapat ditanam sembarangan.

Pemilihan musim tanam, kondisi lahan, hingga teknik pemeliharaan sangat menentukan kualitas buah yang dihasilkan.

Dengan mengikuti tahapan budidaya secara tepat, petani berpeluang memperoleh panen yang melimpah dengan kualitas buah yang lebih baik.

  1. Pilih Musim Tanam yang Tepat

Blewah lebih cocok dibudidayakan pada musim kemarau.

Kondisi cuaca yang cenderung kering membuat pertumbuhan tanaman berlangsung lebih optimal sekaligus menghasilkan buah dengan rasa lebih manis dan aroma yang lebih kuat.

Sebaliknya, curah hujan yang terlalu tinggi dapat menurunkan kualitas buah.

Kelebihan air membuat cita rasa blewah menjadi kurang manis, aromanya berkurang, bahkan meningkatkan risiko serangan penyakit pada tanaman.

Karena itulah sebagian besar petani memilih menanam blewah saat intensitas hujan mulai menurun.

  1. Syarat Tumbuh Blewah

Agar tanaman berkembang dengan maksimal, lahan yang digunakan harus memiliki tingkat kesuburan yang baik.

Tanah sebaiknya gembur, kaya bahan organik, dan mampu menyimpan air dalam jumlah yang cukup tanpa menyebabkan genangan.

Blewah tumbuh optimal pada tanah dengan tingkat keasaman atau pH antara 6 hingga 7,5.

Suhu ideal berkisar 18–25 derajat Celsius dengan lokasi penanaman berada pada ketinggian sekitar 100–400 meter di atas permukaan laut.

Tanaman ini juga cocok dibudidayakan di daerah dengan curah hujan tahunan sekitar 1.000 hingga 2.000 milimeter.

  1. Menyiapkan Bibit Berkualitas
BACA:  Tips Sukses Budidaya Cabai di Pekarangan Rumah untuk Pemula

Blewah dapat diperbanyak melalui biji maupun teknik sambung, tetapi untuk budidaya skala pertanian penggunaan biji masih menjadi metode yang paling umum karena lebih sederhana dan ekonomis.

Benih berkualitas kini mudah diperoleh di berbagai toko pertanian.

Petani dapat langsung menanam benih di lahan maupun melakukan penyemaian terlebih dahulu.

Namun, penanaman langsung sering dipilih karena lebih praktis dan mampu mengurangi risiko kerusakan bibit saat proses pemindahan.

  1. Tahapan Penanaman Blewah

Persiapan lahan menjadi langkah penting sebelum benih ditanam. Tanah terlebih dahulu dicangkul hingga gembur agar akar tanaman lebih mudah berkembang.

Setelah itu dibuat bedengan berukuran sekitar 1,5 meter x 6 meter dengan tinggi antara 30 hingga 40 sentimeter.

Antarbedengan diberi jarak kurang lebih 30 sentimeter sebagai saluran drainase sekaligus memudahkan perawatan tanaman.

Bedengan yang telah selesai dibuat sebaiknya didiamkan selama dua hingga tiga hari.

Paparan sinar matahari secara langsung membantu menekan keberadaan mikroorganisme penyebab penyakit yang masih berada di dalam tanah.

Langkah berikutnya adalah membuat lubang tanam dengan jarak sekitar satu meter antar tanaman.

Jarak tersebut memberikan ruang yang cukup bagi batang blewah untuk tumbuh dan merambat tanpa saling berebut unsur hara.

Pada setiap lubang tanam diberikan sekitar setengah kilogram pupuk kandang sebagai pupuk dasar.

Setelah itu, masukkan tiga hingga empat butir benih ke setiap lubang sebelum ditutup menggunakan tanah tipis.

Untuk mendukung pertumbuhan awal, tanaman juga memerlukan tambahan pupuk anorganik berupa NPK, SP-36, dan KCl masing-masing sekitar 15 gram per tanaman.

Pemupukan awal biasanya dilakukan sekitar 10 hari setelah tanam agar bibit memperoleh nutrisi yang cukup selama masa pertumbuhan vegetatif.

  1. Perawatan agar Pertumbuhan Optimal
BACA:  Ingin Untung Besar dari Budidaya Blewah? Simak Cara Menanam hingga Perawatannya

Keberhasilan budidaya blewah tidak hanya ditentukan saat penanaman, tetapi juga selama masa pemeliharaan.

Penyiraman perlu dilakukan secara rutin setiap hari, terutama ketika cuaca sedang panas, agar kelembapan tanah tetap terjaga.

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman juga harus dibersihkan secara berkala.

Keberadaan gulma dapat menjadi pesaing dalam menyerap air dan unsur hara sehingga pertumbuhan blewah menjadi kurang optimal.

Apabila dalam satu lubang tumbuh lebih dari satu bibit, lakukan penjarangan dengan menyisakan satu tanaman yang paling sehat.

Cara ini bertujuan agar seluruh nutrisi terfokus pada satu tanaman sehingga pertumbuhannya lebih maksimal.

Selain pupuk dasar, tanaman juga membutuhkan tambahan pupuk mikro melalui penyemprotan daun setiap dua hingga tiga minggu sekali.

Nutrisi tersebut membantu meningkatkan pertumbuhan daun, bunga, hingga pembentukan buah.

Pengendalian hama dan penyakit juga perlu dilakukan secara berkala.

Bila ditemukan serangan serangga atau gejala penyakit, penyemprotan insektisida dapat dilakukan sesuai kebutuhan agar kerusakan tanaman tidak semakin meluas.

  1. Waktu Panen Blewah

Tanaman blewah termasuk tanaman yang memiliki masa panen relatif singkat. Dengan perawatan yang baik, buah sudah mulai dapat dipetik sekitar 50 hari setelah tanam.

Menariknya, dalam satu kali masa tanam petani masih berpeluang melakukan panen lebih dari satu kali.

Jika kondisi tanaman tetap sehat dan pemeliharaan dilakukan secara rutin, blewah mampu menghasilkan panen hingga dua kali.

Sehingga memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi pembudidayanya. (kangtop)