KONCOdewe.com – Menanam cabai di rumah merupakan aktivitas berkebun yang cukup mudah dilakukan dan tidak membutuhkan lahan luas.
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di pot, polybag, hingga wadah bekas yang tersedia di rumah.
Selain praktis, menanam cabai sendiri juga membantu mengurangi pengeluaran ketika harga cabai sedang mengalami kenaikan.
Mengutip buku Budidaya Cabai: Panen Setiap Hari karya Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi, dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi (2014), berikut tahapan dasar dalam menanam cabai di pot.
- Menyiapkan wadah tanam
Cabai dapat ditanam menggunakan berbagai jenis wadah seperti pot, polybag, ember, kaleng bekas, hingga drum.
Hal terpenting adalah memastikan wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah agar air tidak menggenang.
Wadah ideal memiliki diameter minimal 20 cm dengan sekitar 4–8 lubang drainase berdiameter ±1 cm.
Jika menggunakan wadah bekas, pastikan sudah dibersihkan dengan baik agar tidak membawa penyakit tanaman.
- Menyiapkan media tanam
Media tanam harus terdiri dari tanah gembur yang kaya bahan organik.
Pasir kasar dapat ditambahkan untuk meningkatkan sirkulasi udara dan memperlancar drainase, meskipun perlu penyiraman lebih rutin karena cepat kering.
Sekam bakar juga sering digunakan karena mampu menjaga aerasi dan tidak membawa patogen penyakit.
Selain itu, pupuk kandang yang sudah matang berfungsi memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan kesuburan.
Pupuk kandang yang baik memiliki ciri tidak berbau, berwarna cokelat, remah, dan tidak panas.
Bisa berasal dari kotoran sapi, ayam, atau kambing yang telah terdekomposisi dengan baik.
Campuran media tanam yang umum digunakan adalah:
- Tanah: pasir: pupuk kandang (2:2:1), atau
- Tanah : sekam bakar : pupuk kandang (2:1:1)
Media kemudian diaduk rata dan dicek tingkat pH-nya. Idealnya, pH berada pada kisaran 5,5–6,8.
Jika terlalu asam dapat ditambahkan dolomit, sedangkan jika terlalu basa bisa diberi pembenah tanah sesuai kebutuhan.
Tambahkan juga pupuk dasar seperti NPK 16-16-16 sekitar 5 gram per pot.
Setelah itu, media dibiarkan selama 1–2 minggu sebelum digunakan agar proses stabilisasi berjalan baik.
- Proses dan waktu penanaman
Penanaman cabai sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore setelah pukul 15.30 untuk menghindari stres pada tanaman.
Bibit yang digunakan idealnya berumur 5–6 minggu setelah semai dengan kondisi sehat dan memiliki sekitar enam daun.
Bibit dicabut dengan hati-hati agar akar tidak rusak, termasuk menjaga agar media semai tetap menempel pada akar.
Sebelum tanam, media dalam pot disiram terlebih dahulu. Lubang tanam dibuat menggunakan kayu kecil, lalu bibit dimasukkan dan dipadatkan secara perlahan.
Setelah itu, tanaman bisa disiram larutan fungisida ringan untuk mencegah serangan jamur, serta diberi pupuk daun dalam dosis rendah.
- Perawatan tanaman cabai
Pemeliharaan rutin sangat penting agar cabai tumbuh optimal dan produktif.
Salah satunya adalah pemupukan susulan menggunakan larutan NPK 15-15-15 yang dicampur pupuk daun seperti Gandasil.
Larutan tersebut diberikan dengan cara dikocor sekitar 250 ml per tanaman setiap minggu.
Selain itu, pupuk daun juga dapat disemprotkan dengan konsentrasi rendah sesuai fase pertumbuhan tanaman.
Perawatan yang konsisten akan membantu tanaman cabai tumbuh lebih kuat, sehat, dan siap menghasilkan buah secara maksimal. (kangtop)










