Bukan Sekadar Tradisi, Puasa Ngrowot Disebut Berpengaruh pada Ketenangan Otak

Kesehatan, Religi8 Dilihat

KONCOdewe.com – Dalam tradisi masyarakat Jawa, dikenal sebuah laku spiritual yang disebut puasa ngrowot.

Yaitu praktik menahan diri dari konsumsi makanan berbahan hewani dan berfokus pada makanan dari hasil tumbuh-tumbuhan.

Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai bagian dari ritual kejawen.

Tetapi juga sering dikaitkan dengan perjalanan spiritual untuk melatih pengendalian diri, kesederhanaan, dan kejernihan batin.

Dalam beberapa penuturan budaya, akar pemikiran puasa ini tidak lepas dari pengaruh panjang perjumpaan tradisi Jawa dengan nilai-nilai Hindu-Buddha.

Yang menekankan harmoni antara tubuh, alam, dan kesadaran manusia.

Seiring waktu, sebagian kalangan sufi yang berkembang di tanah Jawa juga ikut mempraktikkan pola serupa dalam bentuk pengendalian konsumsi makanan.

Dengan alasan spiritual dan kebersihan diri dalam beribadah.

Praktik Puasa Ngrowot dalam Kehidupan Masyarakat

Ada pandangan tradisional yang menyebutkan bahwa konsumsi makanan hewani dapat memicu kondisi tubuh tertentu yang dianggap memengaruhi kenyamanan dalam beraktivitas spiritual.

Dari sudut pandang ini, kesederhanaan makanan nabati dipandang lebih selaras dengan upaya menjaga kejernihan hati dan kekhusyukan ibadah.

Dalam sejarah keteladanan Nabi Muhammad SAW, juga dikenal bahwa beliau hidup dengan pola makan yang sederhana.

Dengan banyak mengonsumsi kurma, roti, dan makanan yang tidak berlebihan, yang mencerminkan nilai kesahajaan dalam kehidupan sehari-hari.

Puasa ngrowot sendiri dalam praktiknya biasanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Misalnya sekitar tujuh hari, sehingga masih memungkinkan tubuh mendapatkan asupan nutrisi dari sumber nabati tanpa menyebabkan kekurangan zat penting secara ekstrem.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, praktik ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik.

Tetapi juga diyakini dapat melatih kesabaran, ketenangan, dan pengendalian emosi seseorang dalam menjalani kehidupan.

BACA:  Banyak Orang Salah Duduk Saat Tasyahud, Padahal Manfaatnya Luar Biasa untuk Kesehatan

Perspektif Ilmu Pengetahuan tentang Nutrisi Nabati

Dari sisi ilmu pengetahuan modern, pola konsumsi berbasis tumbuhan memang berkaitan dengan berbagai proses metabolisme tubuh.

Beberapa jenis makanan nabati diketahui mengandung asam amino seperti arginin, yang kemudian dapat diolah oleh tubuh menjadi senyawa lain seperti sitrulin dan nitrogen oksida.

Senyawa nitrogen oksida ini dikenal berperan dalam berbagai fungsi biologis, termasuk membantu relaksasi pembuluh darah serta mendukung kelancaran aliran darah dalam tubuh.

Dalam beberapa kajian biologi dan neurologi, nitrogen oksida juga dikaitkan dengan perannya di sistem saraf.

Termasuk dalam modulasi fungsi otak yang berhubungan dengan suasana hati dan respons emosional.

Aktivitas ini kemudian sering dihubungkan dengan kondisi relaksasi yang lebih baik, meskipun tetap memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampaknya secara menyeluruh.

Dampak pada Sistem Peredaran Darah

Selain itu, aliran darah yang lebih lancar akibat mekanisme vasodilatasi, yakni pelebaran pembuluh darah, juga kerap dibahas dalam konteks kesehatan kardiovaskular.

Kondisi ini secara umum dapat membantu mengurangi risiko gangguan peredaran darah apabila didukung oleh pola hidup sehat secara menyeluruh.

Termasuk pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

Dengan demikian, puasa ngrowot dapat dipandang sebagai perpaduan antara tradisi budaya, spiritualitas, dan refleksi kesehatan.

Di satu sisi, ia menjadi sarana latihan pengendalian diri dan kesederhanaan.

Sementara di sisi lain juga membuka ruang diskusi mengenai hubungan antara pola makan, metabolisme tubuh, dan kesehatan secara ilmiah. (kangtop)