KONCOdewe.com – Anemia menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, sehingga pasokan oksigen ke berbagai organ tidak berjalan secara optimal.
Akibatnya, tubuh lebih mudah lelah, lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan aktivitas sehari-hari pun bisa terganggu.
Sel darah merah diproduksi di dalam sumsum tulang.
Ketika produksinya menurun atau tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah, risiko anemia akan meningkat.
Karena itu, selain mendapatkan penanganan medis bila diperlukan, memperbaiki pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu proses pemulihan.
Mengutip Mayo Clinic, anemia tidak hanya membuat tubuh terasa lemas, tetapi juga dapat memunculkan berbagai keluhan lain.
Seperti kulit tampak pucat, sakit kepala, pusing, tangan dan kaki terasa dingin, hingga sesak napas.
Mengapa Seseorang Bisa Mengalami Anemia?
Anemia dapat dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, hingga protein yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
Selain itu, risiko anemia juga lebih tinggi pada lansia, ibu hamil, wanita yang mengalami menstruasi dengan perdarahan banyak.
Penderita penyakit usus seperti Crohn dan celiac, serta mereka yang mengidap penyakit kronis seperti gangguan ginjal, kanker, atau gagal hati.
Faktor keturunan juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami anemia.
Karena sebagian besar kasus anemia berkaitan dengan kekurangan zat gizi, pemenuhan nutrisi melalui makanan menjadi bagian penting dalam membantu meningkatkan produksi sel darah merah.
- Perbanyak Makanan Kaya Zat Besi
Zat besi merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Mengutip Healthline, konsumsi makanan tinggi zat besi dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah sekaligus memperbaiki kadar hemoglobin.
Beberapa sumber zat besi yang baik antara lain daging sapi, hati dan ginjal sapi, bayam, kangkung, kacang polong, berbagai jenis kacang-kacangan, buah kering seperti kismis dan plum, serta kuning telur.
- Penuhi Asupan Asam Folat
Vitamin B9 atau asam folat memiliki peran penting dalam proses pembentukan sel darah merah.
Kekurangan asam folat dapat menyebabkan produksi sel darah merah menurun sehingga meningkatkan risiko anemia.
Asam folat dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, kacang-kacangan, kacang polong, serta roti dan sereal yang telah diperkaya nutrisi tersebut.
- Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin B12
Vitamin B12 dibutuhkan sumsum tulang agar mampu menghasilkan sel darah merah yang sehat.
Jika tubuh kekurangan vitamin ini, sel darah merah yang terbentuk menjadi tidak normal, berbentuk lebih besar dan mudah rusak sehingga memicu anemia.
Sumber vitamin B12 yang baik antara lain daging sapi, ikan, telur, susu, keju, dan berbagai produk olahan susu lainnya.
- Jangan Lupakan Vitamin B6
Selain vitamin B12, vitamin B6 juga berperan dalam pembentukan hemoglobin.
Orang dewasa membutuhkan sekitar 1,5–1,7 miligram vitamin B6 setiap hari. Nutrisi ini bisa diperoleh dari daging ayam, daging sapi, gandum, nasi, serta sereal yang diperkaya vitamin.
- Tembaga Membantu Penyerapan Zat Besi
Meski tidak secara langsung membentuk sel darah merah, tembaga memiliki fungsi penting dalam membantu tubuh memanfaatkan zat besi.
Beberapa makanan yang mengandung tembaga antara lain hati sapi, daging unggas, kerang, kacang polong, dan buah ceri.
- Vitamin A Juga Berperan Penting
Vitamin A membantu proses pemanfaatan zat besi sehingga pembentukan sel darah merah dapat berlangsung lebih optimal.
Kandungan vitamin A banyak ditemukan pada wortel, ubi jalar, labu, paprika merah, bayam, kangkung, semangka, melon, dan jeruk bali.
- Tingkatkan Penyerapan Zat Besi dengan Vitamin C
Tubuh akan lebih mudah menyerap zat besi apabila kebutuhan vitamin C juga terpenuhi.
Karena itu, penderita anemia dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin C seperti jambu biji, jeruk, stroberi, tomat, paprika, dan lentil.
- Vitamin E Membantu Melindungi Sel Darah Merah
Vitamin E berfungsi melindungi membran sel darah merah dari kerusakan akibat radikal bebas.
Walaupun kekurangan vitamin E relatif jarang terjadi, kondisi tersebut tetap dapat meningkatkan risiko anemia hemolitik, yaitu anemia akibat sel darah merah lebih cepat rusak.
Beberapa sumber vitamin E yang baik antara lain almond, alpukat, kiwi, mangga, kuaci, minyak biji bunga matahari, minyak hazelnut, dan minyak biji gandum.
Pola Makan Sehat Perlu Disertai Pemeriksaan Medis
Mengonsumsi makanan bergizi memang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
Namun, pola makan saja belum tentu mampu mengatasi semua jenis anemia.
Apabila gejala seperti mudah lelah, pusing, sesak napas, atau kulit pucat tidak kunjung membaik meski telah memperbaiki pola makan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab anemia sehingga penanganannya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing penderita. (kangtop)












