Presiden Prabowo Ungkap Alasan Kekayaan Negara Tak Boleh Disia-siakan, Pendidikan Jadi Kuncinya

Politik10 Dilihat

KONCOdewe.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kekayaan dan sumber daya yang dimiliki negara harus dikelola secara hati-hati.

Demi menjamin kesejahteraan masyarakat, terutama melalui peningkatan akses pendidikan bagi seluruh rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Minggu.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa tujuan utama pembangunan nasional adalah memastikan setiap warga Indonesia dapat menjalani kehidupan yang layak dan sejahtera.

Menurut Presiden, upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat tidak bisa dilakukan secara instan.

Dibutuhkan kerja keras yang berkelanjutan di berbagai sektor, terutama pendidikan dan pengembangan keterampilan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menyentuh berbagai kalangan, mulai dari petani, guru, tenaga kesehatan, hingga profesi lainnya.

Karena itu, program pendidikan dan pelatihan harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan zaman.

“Pendidikan dan pelatihan harus ditingkatkan di semua bidang. Ini merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit,” ujar Presiden, dikutip dari Antara.

Karena itulah, Prabowo menilai pengelolaan keuangan negara harus dilakukan secara disiplin dan bertanggung jawab.

Menurutnya, setiap rupiah yang dimiliki negara harus digunakan secara efektif untuk kepentingan rakyat.

Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah.

Potensi tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik agar hasilnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan sesaat.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo kembali menegaskan pentingnya keberadaan program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan yang layak.

BACA:  Presiden Prabowo Yakin Pendidikan Bisa Mengubah Nasib Keluarga dan Masa Depan Bangsa

Ia menilai program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak bangsa untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan tersebut, Presiden meminta agar jumlah Sekolah Rakyat di Bali segera ditambah.

Permintaan itu disampaikan setelah menerima laporan dari Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, bahwa saat ini baru terdapat satu Sekolah Rakyat yang beroperasi di Pulau Dewata.

Prabowo mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan lahan yang dibutuhkan.

Jika pemerintah daerah mengalami kendala, pemerintah pusat siap membantu mencarikan lokasi yang sesuai guna mempercepat pembangunan sekolah baru.

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota di Bali nantinya memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat yang dapat melayani masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.

Selain meninjau fasilitas sekolah, Presiden juga berinteraksi langsung dengan para siswa dan orang tua.

Dalam suasana yang hangat, ia mendengarkan berbagai cerita dan pengalaman dari peserta didik yang telah merasakan manfaat program tersebut.

Salah satu siswa bernama Bagus menceritakan perubahan positif yang ia rasakan sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sementara itu, seorang wali murid menyampaikan rasa syukur karena anaknya kembali memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari pertunjukan seni inklusif, pembacaan puisi, hingga pidato berbahasa Inggris yang dibawakan oleh salah satu murid, Ketut Arlan.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan bahwa pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem saat ini tengah berlangsung.

Fasilitas tersebut dirancang mampu menampung hingga 270 siswa, dengan masing-masing jenjang pendidikan mendapatkan kuota sekitar 90 peserta didik.

BACA:  Presiden Prabowo Resmi Gandeng Said Iqbal, Harapan Baru untuk Kaum Buruh?

Menurut Saifullah, antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat sangat tinggi. Hingga saat ini, jumlah calon peserta didik dari seluruh Bali telah mencapai lebih dari 400 orang.

Ia menjelaskan bahwa sebagian siswa masih menjalani proses seleksi dan persiapan sebelum nantinya menempati gedung permanen yang sedang dibangun di Karangasem.

Tingginya jumlah pendaftar, khususnya untuk tingkat SMP dan SMA, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan pendidikan gratis dan berkualitas masih sangat besar.

Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk terus memperluas program Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik. (kangtop)