KONCOdewe.com – Islam mengajarkan umatnya untuk memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang dan tidak menyiksanya tanpa alasan yang dibenarkan syariat.
Bahkan dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras terhadap orang yang menyakiti hewan, menjadikannya sasaran permainan, hingga memotong-motongnya secara zalim.
Larangan tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan sesama, tetapi juga dengan seluruh makhluk hidup di muka bumi.
Larangan Menyakiti Hewan
Dalam sebuah riwayat yang disampaikan Imam Muslim, Rasulullah SAW pernah melihat seekor keledai yang wajahnya diberi cap atau tanda.
Melihat hal itu, beliau langsung mengecam perbuatan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah melaknat orang yang memberi tanda pada wajah hewan tersebut.”
Hadis ini menjadi bukti bahwa Islam melarang tindakan yang menyakiti hewan, apalagi jika dilakukan hanya untuk kepentingan yang tidak penting atau sekadar hiburan.
Para ulama menjelaskan bahwa wajah hewan termasuk bagian yang sensitif sehingga tidak boleh disakiti, dipukul, ataupun diberi tanda dengan cara menyakitkan.
Hewan Tidak Boleh Dijadikan Sasaran Permainan
Larangan yang lebih tegas juga terlihat dalam kisah Ibnu Umar RA ketika beliau melihat beberapa pemuda Quraisy menjadikan burung dan ayam sebagai sasaran lemparan.
Saat melihat tindakan tersebut, Ibnu Umar sangat marah dan berkata: “Semoga Allah melaknat orang yang melakukan hal ini.”
Beliau kemudian menyampaikan bahwa Rasulullah SAW melaknat orang yang menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran permainan atau latihan lempar.
Perbuatan seperti ini dianggap sebagai bentuk kezaliman karena hewan dijadikan objek penderitaan tanpa manfaat yang benar.
Islam memandang bahwa setiap makhluk hidup memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik dan tidak boleh disiksa hanya demi hiburan manusia.
Membunuh Hewan Tanpa Alasan Akan Dimintai Pertanggungjawaban
Dalam hadis lain disebutkan bahwa siapa saja yang membunuh seekor burung tanpa alasan yang benar, maka kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.
Ketika para sahabat bertanya apa hak hewan tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hewan boleh disembelih untuk dimakan, bukan untuk disia-siakan atau dipotong-potong lalu dibuang begitu saja.
Pesan ini mengandung pelajaran penting bahwa Islam membolehkan manusia memanfaatkan hewan untuk kebutuhan hidup, tetapi tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak berlebihan.
Islam Mengajarkan Ihsan Saat Menyembelih
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya berbuat ihsan atau kebaikan bahkan ketika menyembelih hewan.
Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, dan jika menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik.”
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW juga memerintahkan agar pisau ditajamkan supaya hewan tidak tersiksa terlalu lama ketika disembelih.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan etika terhadap hewan, bahkan pada proses penyembelihan sekalipun.
Rasulullah SAW Melarang Katapel yang Menyiksa Hewan
Selain itu, Rasulullah SAW juga melarang penggunaan katapel atau alat lempar yang biasa dipakai untuk menyakiti hewan.
Beliau menjelaskan bahwa alat tersebut tidak efektif untuk berburu maupun melawan musuh, tetapi justru dapat mematahkan gigi dan mencungkil mata.
Larangan ini memperlihatkan bahwa Islam tidak membenarkan tindakan yang menyebabkan penderitaan sia-sia terhadap makhluk hidup.
Islam Adalah Agama Kasih Sayang
Semua ajaran tersebut menunjukkan bahwa Islam datang membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk kepada hewan.
Karena itu, memperlakukan hewan dengan kasar, menjadikannya objek permainan, ataupun menyiksanya tanpa alasan yang benar merupakan perbuatan yang dilarang dan mendapat ancaman keras dalam ajaran Islam.
Sebaliknya, memperlakukan hewan dengan baik menjadi bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. (kangtop)







