Harga Daging Sapi Turun pada 23 Oktober 2026, Kualitas I Kini Rp152.100 per Kilogram

Kombis47 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga daging sapi di pasar tradisional secara nasional mengalami penurunan pada Jumat (23/10/2026) malam.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 19.55 WIB, daging sapi kualitas I tercatat Rp152.100 per kilogram (kg).

Sedangkan kualitas II berada di angka Rp142.900 per kg.

Penurunan harga terjadi pada kedua kategori daging sapi tersebut.

Daging sapi kualitas I turun Rp350 atau 0,23 persen, sementara kualitas II terkoreksi Rp550 atau 0,38 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Pergerakan ini menjadi bagian dari perubahan harga berbagai kebutuhan pokok yang terpantau beragam.

Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, tetapi beberapa bahan pangan, termasuk daging sapi, daging ayam, dan aneka cabai, justru mencatat penurunan.

Harga Daging Sapi Kualitas I Rp152.100 per Kg

PIHPS mencatat harga rata-rata daging sapi kualitas I mencapai Rp152.100 per kg pada Jumat malam.

Nilai tersebut lebih rendah Rp350 dibandingkan pencatatan sebelumnya, atau mengalami penurunan sekitar 0,23 persen.

Sementara itu, daging sapi kualitas II dijual dengan harga rata-rata Rp142.900 per kg. Harga kategori ini turun Rp550 atau sekitar 0,38 persen.

Dengan catatan tersebut, terdapat selisih harga Rp9.200 per kg antara daging sapi kualitas I dan kualitas II.

Perbedaan harga dapat dipengaruhi kategori kualitas dan kondisi perdagangan di masing-masing pasar.

Harga Daging Ayam Ras Juga Turun

Selain daging sapi, harga daging ayam ras segar juga mengalami penurunan.

Berdasarkan data PIHPS, komoditas ini berada di angka Rp39.850 per kg setelah turun Rp950 atau 2,33 persen.

Harga telur ayam ras segar turut melemah Rp200 atau 0,67 persen menjadi Rp29.500 per kg.

BACA:  Harga Daging Sapi Hari Ini 15 Oktober 2026 Tembus Rp152.550 per Kg, Ini Rincian Lengkapnya

Penurunan pada sejumlah sumber protein hewani tersebut menunjukkan adanya perubahan harga yang berbeda-beda di pasar tradisional.

Meski demikian, harga rata-rata nasional belum tentu sama dengan harga yang berlaku di pasar daerah.

Harga Beras Bergerak Beragam

Di kelompok beras, harga kualitas bawah I naik Rp100 atau 0,67 persen menjadi Rp15.000 per kg.

Sebaliknya, beras kualitas bawah II turun Rp100 menjadi Rp14.650 per kg.

Harga beras medium I tercatat Rp16.600 per kg, turun Rp50 atau 0,30 persen. Beras medium II masih bertahan di harga Rp16.450 per kg.

Sementara itu, beras super I naik Rp50 atau 0,28 persen menjadi Rp18.000 per kg.

Adapun beras super II tidak mengalami perubahan dan tetap dijual dengan harga Rp17.400 per kg.

Harga Cabai dan Bawang Sama-Sama Melemah

Penurunan juga terlihat pada sejumlah komoditas cabai. Harga cabai merah keriting turun Rp2.900 atau 3,31 persen menjadi Rp84.600 per kg.

Cabai merah besar berada di angka Rp74.450 per kg setelah turun Rp800 atau 1,06 persen.

Cabai rawit hijau turun Rp100 menjadi Rp79.650 per kg, sedangkan cabai rawit merah melemah Rp2.950 menjadi Rp100.850 per kg.

Untuk kelompok bawang, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp36.650 per kg, turun Rp500 atau 1,35 persen.

Bawang putih ukuran sedang juga turun Rp350 atau 0,91 persen menjadi Rp38.150 per kg.

Harga Gula dan Minyak Goreng Bervariasi

Pada komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium turun Rp100 atau 0,49 persen menjadi Rp20.450 per kg.

Sebaliknya, gula pasir lokal naik Rp100 atau 0,52 persen menjadi Rp19.400 per kg.

Harga minyak goreng curah masih bertahan di angka Rp20.350 per kg.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 turun Rp100 atau 0,41 persen menjadi Rp24.250 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 2 tetap Rp23.600 per kg.

BACA:  Harga Pangan 18 Agustus 2026 Terbaru, Cabai Rawit Merah Kembali Jadi Sorotan

Harga Nasional Bisa Berbeda dengan Pasar Daerah

Data PIHPS Nasional pada Jumat (23/10/2026) pukul 19.55 WIB menunjukkan harga daging sapi kualitas I berada di angka Rp152.100 per kg dan kualitas II Rp142.900 per kg.

Keduanya mengalami penurunan dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Informasi harga rata-rata nasional ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk memantau perkembangan kebutuhan pokok.

Namun, harga aktual di pasar setempat dapat berbeda karena dipengaruhi kondisi pasokan, permintaan, kualitas daging, serta biaya distribusi di setiap wilayah. (kangtop)