KONCOdewe.com – Harga gula pasir lokal menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup signifikan pada awal pekan, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per pukul 08.00 WIB, harga gula pasir lokal turun 10,99 persen menjadi Rp17.000 per kilogram (kg).
Tak hanya gula pasir lokal, gula pasir kualitas premium juga mengalami koreksi harga sebesar 6,4 persen, sehingga kini dijual Rp19.000 per kg.
Penurunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat di tengah turunnya harga sejumlah bahan pangan lainnya.
Komoditas bawang juga mengalami pelemahan harga.
Bawang merah turun 33,33 persen menjadi Rp30.000 per kg, sedangkan bawang putih merosot 32,2 persen ke level Rp30.000 per kg.
Pada kelompok beras, hampir seluruh jenis mengalami penurunan.
Beras kualitas bawah I kini dijual Rp14.500 per kg, beras bawah II Rp13.700 per kg, beras medium I Rp15.800 per kg.
Beras medium II Rp14.700 per kg, beras super I Rp16.500 per kg, dan beras super II Rp16.000 per kg.
Sementara itu, harga cabai juga bergerak turun.
Cabai merah besar tercatat merosot 44,95 persen menjadi Rp27.000 per kg, disusul cabai rawit hijau yang turun 42,03 persen menjadi Rp30.000 per kg.
Cabai rawit merah kini dijual Rp45.000 per kg, sedangkan cabai merah keriting berada di level Rp46.500 per kg.
Penurunan harga turut terjadi pada komoditas protein hewani.
Daging ayam ras segar kini dipasarkan Rp35.000 per kg, sementara daging sapi kualitas I turun menjadi Rp130.000 per kg dan daging sapi kualitas II menjadi Rp120.000 per kg.
Di kelompok minyak goreng, minyak goreng curah turun menjadi Rp20.000 per liter.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I kini dibanderol Rp22.000 per liter, sedangkan kemasan bermerek II turun menjadi Rp20.500 per liter.
Adapun telur ayam ras segar juga mengalami penurunan harga sebesar 6,74 persen, sehingga kini dijual Rp27.000 per kg. (kangtop)







