KONCOdewe.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus berlangsung dan berdampak pada aktivitas penerbangan.
Sebaran abu vulkanik di ruang udara membuat empat bandara di wilayah Banten, Jakarta, dan Lampung harus menutup operasionalnya untuk sementara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan laporan tersebut dari Jakarta, Minggu.
Penutupan dilakukan sejak pagi sebagai upaya menjaga keselamatan penerbangan dan navigasi udara.
Empat bandara yang terdampak adalah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, serta Bandara Budiarto Curug.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada pukul 02.08 hingga 09.30 WIB. Kemudian Bandara Halim Perdanakusuma menghentikan operasional pada 07.20-10.00 WIB.
Sementara itu, Bandara Radin Inten II Lampung ditutup mulai 04.18 hingga 10.00 WIB, sedangkan Bandara Budiarto Curug mengalami penutupan pada 06.48-09.30 WIB.
Menurut Berton, keputusan tersebut diambil karena abu vulkanik telah menyebar di ruang udara dan dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Ia menegaskan bahwa waktu penutupan maupun pembukaan kembali bandara dapat berubah sesuai perkembangan sebaran abu dan kondisi cuaca.
“Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul sebaran abu vulkanik di ruang udara. Status operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu dan kondisi meteorologi,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit Himawari serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai ketinggian FL480 atau sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut.
Sebaran abu tersebut bergerak dominan menuju arah barat hingga barat daya, sehingga wilayah yang berada di jalur pergerakan abu turut berpotensi terdampak.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas gempa letusan yang berlangsung terus-menerus.
Gempa tersebut memiliki amplitudo maksimum 70 mm dengan durasi mencapai 21.600 detik atau sekitar enam jam.
Erupsi juga disertai pancaran lava fountain dan suara gemuruh. Getaran dari aktivitas Gunung Anak Krakatau bahkan dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di pesisir Banten dan Lampung, serta sampai Bandung.
Dampak erupsi tidak hanya dirasakan di ruang udara.
Di daratan, Pusdalops BPBD Kabupaten Serang melaporkan hujan abu vulkanik telah terjadi di tujuh kecamatan, yakni Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros, dan Padarincang.
Wilayah pesisir Pandeglang juga terdampak hujan abu, termasuk kawasan Carita dan Labuan.
BNPB mengimbau masyarakat yang akan menggunakan jasa penerbangan untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi terbaru.
Calon penumpang diminta memantau pemberitahuan dari operator bandara maupun otoritas penerbangan sebelum berangkat.
Kondisi operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan aktivitas erupsi, arah sebaran abu vulkanik, serta kondisi meteorologi. (kangtop)









