KONCOdewe.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa status peringatan tsunami di Kabupaten Gorontalo Utara resmi dinyatakan berakhir.
Keputusan ini diambil setelah otoritas terkait mencabut status waspada yang sebelumnya diberlakukan pascagempa bermagnitudo 7,7 di wilayah Laut Sulawesi.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng, mengatakan bahwa masyarakat yang sebelumnya mengungsi ke dataran tinggi kini diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinyatakan aman.
“Alhamdulillah, peringatan tsunami sudah selesai. Warga yang sempat mengungsi kini sudah bisa kembali ke rumahnya,” ujarnya di Gorontalo, Senin, dikutip dari Antara.
Sebelumnya, BPBD bersama instansi terkait melakukan pemantauan ketat di sejumlah wilayah pesisir Gorontalo Utara setelah adanya potensi ancaman tsunami akibat gempa tersebut.
Tahir menjelaskan bahwa hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya perubahan muka air laut di beberapa titik, termasuk di Kecamatan Kwandang dan Kecamatan Ponelo Kepulauan.
Namun, kenaikan tersebut tidak signifikan dan tidak berdampak langsung pada permukiman warga.
“Memang ada kenaikan air di beberapa lokasi, tetapi masih dalam batas aman dan bisa diantisipasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan muka air lebih banyak terjadi di area muara dan aliran sungai yang terhubung langsung dengan laut.
Kondisi ini diawali dengan surutnya air laut sebelum kembali naik, namun tetap dalam kategori rendah, yakni sekitar 0,27 meter.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, BPBD sempat meminta warga pesisir untuk melakukan evakuasi sementara ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu perkembangan informasi resmi dari BMKG dan BNPB.
Warga pun merespons imbauan tersebut dengan melakukan evakuasi mandiri ke wilayah dataran tinggi di Gorontalo Utara.
Hingga status dicabut, BPBD memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat kejadian tersebut.
Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah tetap bersiaga di sejumlah titik hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
BPBD Provinsi Gorontalo juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat yang mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung sehingga situasi dapat dikendalikan dengan baik.
Meski kondisi telah kembali normal, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah terhadap potensi bencana serta selalu mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang.
Sementara itu, BMKG sebelumnya telah mencabut peringatan dini tsunami pascagempa bermagnitudo 7,7 di Sulawesi Utara.
Namun, BNPB melaporkan sempat terdeteksi gelombang kecil di beberapa titik pesisir, disertai aktivitas gempa susulan yang masih terus dipantau oleh pihak berwenang. (kangtop)







