Akibat Konflik Politik, Timnas Iran Terpaksa Jadikan Meksiko sebagai Markas Piala Dunia

Kabar7 Dilihat

KONCOdewe.com – Tim Nasional Iran harus menghadapi situasi yang tidak biasa dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Ketegangan politik yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat membuat skuad berjuluk Team Melli dikenai berbagai pembatasan perjalanan selama mengikuti turnamen yang sebagian besar digelar di wilayah AS tersebut.

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan bahwa para pemain dan ofisial Iran hanya diperkenankan memasuki Amerika Serikat pada hari pertandingan berlangsung dan diwajibkan meninggalkan negara itu pada hari yang sama setelah laga usai.

Menurut Pasandideh, kebijakan tersebut merupakan konsekuensi dari pembatasan visa yang masih diberlakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap warga Iran.

Bahkan, sejumlah anggota staf pendukung tim dilaporkan gagal memperoleh visa sehingga tidak dapat mendampingi skuad selama turnamen.

“Kami hanya bisa masuk pada pagi hari dan harus keluar lagi pada hari yang sama,” ujar Pasandideh kepada wartawan.

Markas Dipindah dari Arizona ke Meksiko

Akibat situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Iran terpaksa mengubah seluruh rencana persiapan yang sebelumnya telah disusun.

Pemusatan latihan yang semula direncanakan berlangsung di Tucson, Arizona, dibatalkan dan dipindahkan ke Kota Tijuana, Meksiko.

Pada Sabtu, skuad Iran meninggalkan Turkiye menuju Tijuana yang akan menjadi basis utama mereka selama Piala Dunia berlangsung.

Dari kota tersebut, para pemain akan melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat setiap kali menjalani pertandingan.

Sebelum berangkat ke Meksiko, Iran menggelar pemusatan latihan selama hampir tiga pekan di Antalya, Turkiye.

Selama berada di sana, para pemain dan ofisial mengurus berbagai dokumen perjalanan, termasuk visa untuk Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

BACA:  Haji 2026 Cetak Rekor Baru, Lebih dari 1,7 Juta Umat Muslim Datang ke Tanah Suci, Arab Saudi Sebut Antusiasme Dunia Tetap Tinggi

Menjelang keberangkatan ke Tijuana, para pemain akhirnya menerima visa masuk ke Amerika Serikat.

Namun, tidak semua anggota rombongan mendapatkan izin serupa.

Visa Sejumlah Ofisial Ditolak

Penolakan visa terhadap beberapa staf pendukung memicu reaksi keras dari pihak Iran.

Kedutaan Besar Iran di Turkiye bahkan menyampaikan protes terbuka melalui media sosial.

Dalam pernyataannya, pihak kedutaan menilai perlakuan tersebut sebagai bentuk diskriminasi terhadap tim nasional Iran dan meminta FIFA mengambil langkah tegas terkait situasi tersebut.

Sejumlah laporan media juga menyebutkan bahwa beberapa petinggi Federasi Sepak Bola Iran, termasuk ketuanya Mehdi Taj, termasuk di antara pihak yang mengalami penolakan visa.

Dampak Ketegangan Politik

Pembatasan ini tidak terlepas dari hubungan yang masih tegang antara Washington dan Teheran.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada awal tahun membuat hubungan kedua negara kembali memburuk meskipun berbagai upaya diplomatik terus dilakukan.

Kondisi tersebut kini berdampak langsung pada sektor olahraga, khususnya menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Situasi ini menjadi perhatian dunia karena untuk pertama kalinya sebuah negara tuan rumah Piala Dunia harus menerima kehadiran tim dari negara yang memiliki konflik politik dan keamanan yang masih berlangsung.

Jadwal Berat Menanti Team Melli

Di fase grup, Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan grupnya di Amerika Serikat.

Dua pertandingan akan berlangsung di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni melawan Selandia Baru dan Belgia.

Setelah itu, Iran akan menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Jadwal tersebut membuat para pemain harus melakukan perjalanan lintas negara dalam waktu singkat setiap kali bertanding.

BACA:  Hari Ini Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1447 H Digelar, Penentuan Idul Adha Segera Diumumkan

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi pemulihan fisik, waktu istirahat, serta kesiapan tim menjelang laga-laga penting.

Meski menghadapi berbagai kendala, Iran tetap berupaya menjaga performa tim.

Sebelum berangkat ke Meksiko, Team Melli berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Mali dalam laga uji coba dan sebelumnya juga menundukkan Gambia dalam pertandingan pemanasan.

Dengan berbagai tantangan di luar lapangan yang harus dihadapi, Iran kini berharap tetap mampu tampil kompetitif dan memberikan kejutan di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut. (kangtop)