Harga Cabai Naik Lagi, Cabai Rawit Merah 20 September 2026 Kini Rp96.100 per Kilogram

Kombis48 Dilihat

KONCOdewe.com – Perubahan harga sejumlah kebutuhan pangan kembali terjadi di pasar tradisional pada Minggu, 20 September 2026.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026, berbagai komoditas menunjukkan pergerakan harga yang berbeda.

Di antara sejumlah bahan pangan tersebut, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga paling tinggi dalam kelompok cabai.

Harganya tercatat naik 6,78 persen menjadi Rp96.100 per kilogram.

Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga cabai rawit merah mencapai Rp96.100 per kilogram setelah mengalami kenaikan 6,78 persen.

Angka tersebut menjadikan cabai rawit merah sebagai komoditas cabai dengan harga tertinggi dibandingkan jenis cabai lainnya yang tercatat dalam data PIHPS.

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas tersebut naik 9,42 persen menjadi Rp69.100 per kilogram.

Selanjutnya, cabai rawit hijau mengalami kenaikan 4,81 persen menjadi Rp67.600 per kilogram.

Sementara harga cabai merah besar meningkat 6,23 persen dan berada di level Rp58.000 per kilogram.

Dengan demikian, seluruh jenis cabai yang tercantum dalam data PIHPS sama-sama mengalami kenaikan harga.

Harga Beras Masih Bergerak Naik

Tidak hanya cabai, sejumlah jenis beras juga mengalami kenaikan.

Beras kualitas bawah I naik Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram.

Beras medium I bertambah Rp50 atau 0,3 persen sehingga mencapai Rp16.650 per kilogram.

Harga beras medium II naik sekitar 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.

Beras super I meningkat 0,56 persen menjadi Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras super II naik 0,29 persen ke posisi Rp17.350 per kilogram.

BACA:  Daun Pepaya untuk Demam Berdarah, Benarkah Bisa Membantu Menaikkan Trombosit?

Daging Sapi dan Telur Ikut Naik

Pada kelompok protein hewani, daging sapi kualitas I tercatat naik Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram.

Daging sapi kualitas II juga meningkat Rp950 atau 0,67 persen dan berada pada harga Rp143.750 per kilogram.

Harga telur ayam ras segar turut mengalami kenaikan Rp200 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam ras segar justru bergerak turun Rp100 atau 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.

Harga Gula dan Minyak Goreng Berbeda Arah

Harga gula pasir juga tercatat meningkat. Gula pasir kualitas premium naik 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal bertambah 0,52 persen menjadi Rp19.200 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga tidak bergerak seragam. Minyak goreng curah turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 2 meningkat 0,43 persen menjadi Rp23.600 per kilogram.

Bawang Merah Turun, Bawang Putih Naik

Pada komoditas bawang, harga juga bergerak berlawanan.

Bawang merah ukuran sedang turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.

Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang naik Rp100 atau 0,25 persen menjadi Rp39.400 per kilogram.

Harga Cabai Perlu Diperhatikan

Kenaikan cabai rawit merah menjadi Rp96.100 per kilogram menjadi salah satu catatan utama dalam perkembangan harga pangan kali ini.

Selain memiliki harga tertinggi di antara jenis cabai yang tercatat, komoditas tersebut juga mengalami kenaikan 6,78 persen.

Di sisi lain, cabai merah keriting mengalami kenaikan persentase lebih besar, yakni 9,42 persen, meski harga akhirnya masih berada di bawah cabai rawit merah.

BACA:  Rupiah Melewati Rp17.800 per Dolar AS, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Pergerakan harga pangan yang berbeda-beda menunjukkan pentingnya memantau perkembangan komoditas secara berkala.

Bagi masyarakat, informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengatur kebutuhan dan anggaran belanja sehari-hari. (kangtop)