KONCOdewe.com – Harga bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan di tengah pergerakan harga pangan pada Minggu, 20 September 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional hingga Jumat, 18 September 2026, bawang merah ukuran sedang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp450 atau sekitar 1,19 persen menjadi Rp37.250 per kilogram.
Penurunan ini terjadi ketika sejumlah komoditas pangan lainnya justru mengalami kenaikan.
Pergerakan harga bawang merah tersebut juga berlawanan dengan bawang putih.
Pada periode yang sama, harga bawang putih ukuran sedang naik Rp100 atau sekitar 0,25 persen menjadi Rp39.400 per kilogram.
Harga Bawang Merah Turun Jadi Rp37.250
Berdasarkan data PIHPS, harga bawang merah ukuran sedang kini berada di level Rp37.250 per kilogram. Angka tersebut turun Rp450 dibandingkan harga sebelumnya.
Penurunan sekitar 1,19 persen menjadikan bawang merah salah satu komoditas yang harganya bergerak turun pada periode tersebut.
Jika dibandingkan dengan bawang putih ukuran sedang yang mencapai Rp39.400 per kilogram, harga bawang merah tercatat lebih rendah sekitar Rp2.150 per kilogram.
Perubahan harga bawang merah tentu menjadi perhatian bagi masyarakat karena komoditas ini merupakan salah satu bahan yang umum digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari.
Harga Bawang Putih Justru Naik
Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan.
Harga bawang putih naik Rp100 atau sekitar 0,25 persen menjadi Rp39.400 per kilogram. Perbedaan arah pergerakan kedua jenis bawang tersebut membuat harga keduanya semakin berbeda.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga komoditas dalam satu kelompok pangan tidak selalu bergerak bersamaan.
Harga Beras Masih Menguat
Sementara harga bawang merah mengalami penurunan, sebagian besar jenis beras dalam data PIHPS justru tercatat naik.
Beras kualitas bawah I meningkat Rp100 atau sekitar 0,68 persen menjadi Rp14.900 per kilogram. Beras medium I naik Rp50 atau sekitar 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram.
Harga beras medium II juga meningkat sekitar 0,31 persen menjadi Rp16.400 per kilogram.
Beras super I naik 0,56 persen hingga mencapai Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras super II meningkat 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kilogram.
Daging Sapi dan Telur Mengalami Kenaikan
Pada kelompok protein hewani, harga daging sapi kualitas I naik Rp950 atau sekitar 0,62 persen menjadi Rp153.050 per kilogram.
Daging sapi kualitas II juga mengalami kenaikan Rp950 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp143.750 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar turut meningkat Rp200 atau sekitar 0,67 persen menjadi Rp30.050 per kilogram.
Sementara itu, daging ayam ras segar bergerak sebaliknya. Harganya turun Rp100 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp42.350 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Ikut Bergerak
Harga gula pasir premium mengalami kenaikan sekitar 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kilogram. Gula pasir lokal juga naik 0,52 persen menjadi Rp19.200 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga curah turun Rp50 atau sekitar 0,24 persen menjadi Rp20.400 per kilogram.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik 0,41 persen menjadi Rp24.450 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek 2 meningkat 0,43 persen menjadi Rp23.600 per kilogram.
Harga Cabai Kembali Naik
Berbeda dengan bawang merah, seluruh jenis cabai yang tercatat dalam data mengalami kenaikan.
Cabai merah besar naik 6,23 persen menjadi Rp58.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting meningkat 9,42 persen menjadi Rp69.100 per kilogram.
Harga cabai rawit hijau naik 4,81 persen menjadi Rp67.600 per kilogram. Adapun cabai rawit merah meningkat 6,78 persen hingga mencapai Rp96.100 per kilogram.
Harga Pangan Bergerak Beragam
Perkembangan harga pangan pada 20 September 2026 menunjukkan pergerakan yang tidak seragam.
Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp450 menjadi Rp37.250 per kilogram, sedangkan bawang putih justru naik menjadi Rp39.400 per kilogram.
Di sisi lain, beras, daging sapi, telur, gula pasir, dan cabai mengalami kenaikan, sementara daging ayam serta minyak goreng curah tercatat mengalami penurunan.
Perubahan harga tersebut dapat menjadi informasi bagi masyarakat dalam memantau kondisi pasar dan menyesuaikan anggaran belanja kebutuhan sehari-hari. (kangtop)












