Daun Pepaya untuk Demam Berdarah, Benarkah Bisa Membantu Menaikkan Trombosit?

Kesehatan51 Dilihat

KONCOdewe.com – Demam berdarah dengue atau DBD menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia.

Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini dapat menyerang siapa saja dan penyebarannya sangat berkaitan dengan keberadaan nyamuk pembawa virus.

Di tengah masyarakat, berbagai cara alami kerap dibicarakan untuk membantu proses pemulihan dari DBD. Salah satunya adalah penggunaan daun pepaya.

Ramuan dari daun pepaya bahkan sering disebut-sebut berkaitan dengan peningkatan jumlah trombosit.

Namun, seberapa jauh manfaat tersebut telah dibuktikan dan apakah daun pepaya benar-benar bisa menjadi obat DBD?

DBD Disebabkan Virus yang Dibawa Nyamuk

Demam berdarah dengue merupakan infeksi akibat virus dengue.

Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus yang telah membawa virus setelah sebelumnya menggigit orang yang terinfeksi.

Dengan demikian, DBD tidak menyebar secara langsung dari satu orang ke orang lainnya hanya karena kontak biasa.

Nyamuk berperan sebagai perantara dalam siklus penularannya.

Penyakit ini telah menjadi persoalan kesehatan yang umum dijumpai di kawasan tropis, termasuk Indonesia.

Risiko penularan juga dapat meningkat ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Gejala DBD Sering Terlihat Seperti Penyakit Biasa

Salah satu hal yang membuat dengue perlu diwaspadai adalah gejalanya yang pada awalnya dapat menyerupai penyakit lain.

Sebagian orang bahkan tidak menunjukkan gejala yang jelas setelah terinfeksi.

Ketika gejala muncul, keluhan biasanya berkembang beberapa hari setelah gigitan nyamuk yang membawa virus.

Demam tinggi menjadi salah satu tanda yang paling umum, disertai sejumlah keluhan lain.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain sakit kepala, nyeri pada otot dan persendian, mual, muntah, rasa sakit di belakang mata, pembengkakan kelenjar serta munculnya ruam pada kulit.

Pada banyak kasus, penderita dapat pulih setelah melewati masa sakit.

Namun, dengue juga dapat berkembang menjadi kondisi yang berat sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan medis secara serius.

Waspadai Ketika Trombosit Mengalami Penurunan

DBD berat dapat disertai penurunan jumlah trombosit dalam darah.

Trombosit memiliki peranan penting dalam proses pembekuan darah sehingga jumlah yang sangat rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

BACA:  Penelitian Terbaru Ungkap Jus Bit Berpotensi Menjaga Kesehatan Otak dan Pembuluh Darah pada Lansia

Karena itu, penderita DBD biasanya membutuhkan pemantauan kondisi secara berkala, termasuk pemeriksaan darah sesuai kebutuhan.

Penanganan tidak hanya berfokus pada angka trombosit, tetapi juga kondisi umum pasien, kecukupan cairan, tanda-tanda perdarahan, serta perkembangan penyakit.

Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang secara langsung membasmi virus dengue.

Perawatan umumnya ditujukan untuk menjaga kondisi pasien dan menangani gejala maupun komplikasi yang muncul.

Daun Pepaya Mulai Banyak Diteliti

Di tengah pencarian berbagai cara untuk mendukung pemulihan, daun pepaya atau Carica papaya menjadi salah satu bahan alami yang menarik perhatian peneliti.

Beberapa penelitian pada manusia telah mengevaluasi ekstrak daun pepaya pada pasien dengue, terutama berkaitan dengan jumlah trombosit.

Hasil sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi peningkatan jumlah trombosit setelah penggunaan ekstrak daun pepaya.

Temuan tersebut tentu menarik karena trombosit yang rendah merupakan salah satu masalah yang dapat muncul pada dengue.

Namun, hasil penelitian mengenai ekstrak daun pepaya tidak berarti bahwa daun pepaya dapat menggantikan pemantauan dan perawatan medis.

Apa yang Ditemukan dalam Sejumlah Penelitian?

Sejumlah penelitian telah mencoba melihat manfaat Carica papaya leaf extract pada pasien dengue dengan trombositopenia.

Salah satunya adalah penelitian mengenai penggunaan kapsul ekstrak daun pepaya pada pasien demam dengue dengan jumlah trombosit rendah.

Penelitian lain menggunakan metode multicenter, double-blind, placebo-controlled, randomized, prospective untuk mengevaluasi efektivitas serta keamanan ekstrak daun pepaya.

Penelitian berikutnya yang diterbitkan di PLOS ONE pada 2020 juga mengevaluasi penggunaan ekstrak daun pepaya pada pasien dewasa dengan trombosit yang sangat rendah.

Secara umum, penelitian-penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa ekstrak daun pepaya memiliki potensi untuk membantu meningkatkan jumlah trombosit pada sebagian pasien dengue.

Namun, penelitian lanjutan dengan skala dan rancangan yang lebih kuat masih diperlukan untuk memastikan seberapa besar manfaatnya dan bagaimana penggunaannya secara aman.

Bagaimana dengan Jus Daun Pepaya?

Di masyarakat, daun pepaya biasanya dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi jus.

Daun yang masih segar dibersihkan terlebih dahulu, kemudian bagian batang yang keras dapat dipotong.

Daun selanjutnya dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum dihaluskan menggunakan blender bersama air matang yang sudah dingin.

BACA:  Batuk Lama Tak Sembuh-Sembuh? Coba Cara Tradisional Ini Sebelum Minum Obat Mahal!

Hasilnya berupa cairan berwarna hijau pekat dengan rasa yang dikenal sangat pahit.

Rasa pahit tersebut berasal dari berbagai senyawa alami yang terdapat dalam daun pepaya.

Karena rasanya cukup kuat, sebagian orang biasanya mengonsumsinya bersama makanan atau sedikit pemanis.

Namun, perlu dibedakan antara jus daun pepaya rumahan dan ekstrak daun pepaya yang digunakan dalam penelitian.

Dosis, konsentrasi, cara pembuatan, serta kandungan bahan aktifnya dapat berbeda sehingga hasil penelitian terhadap ekstrak tertentu tidak otomatis berlaku sama pada semua jus buatan sendiri.

Jangan Mengandalkan Daun Pepaya Saja

Meskipun daun pepaya memiliki potensi yang menarik, penggunaannya tidak boleh membuat penderita DBD menunda pemeriksaan atau meninggalkan perawatan medis.

DBD dapat berubah menjadi kondisi serius dalam waktu relatif cepat.

Karena itu, penderita perlu mendapatkan pemantauan yang sesuai, terutama ketika mengalami demam tinggi, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan, lemas berat, sulit minum, atau perubahan kondisi lainnya.

Untuk anak-anak, pemberian jus atau ekstrak daun pepaya juga sebaiknya tidak dilakukan tanpa arahan tenaga kesehatan.

Anak memiliki kebutuhan dan tingkat keamanan penggunaan bahan tertentu yang berbeda dengan orang dewasa.

Daun Pepaya Bisa Menjadi Pelengkap, Bukan Pengganti Perawatan

Daun pepaya memang telah menjadi bahan penelitian dan sejumlah hasilnya menunjukkan potensi terhadap peningkatan trombosit pada pasien dengue.

Hal tersebut membuat tanaman yang mudah ditemukan ini menarik untuk terus dikaji.

Namun, menyebut daun pepaya sebagai obat utama untuk menyembuhkan DBD merupakan kesimpulan yang terlalu jauh.

Bukti ilmiah yang ada belum membenarkan penggunaan daun pepaya sebagai pengganti perawatan medis.

Yang paling penting ketika menghadapi DBD adalah memastikan penderita memperoleh cairan yang cukup sesuai anjuran.

Kemudian mendapatkan pemantauan kondisi dan pemeriksaan yang diperlukan, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya.

Dengan demikian, bahan alami seperti daun pepaya dapat menjadi bagian dari pembahasan mengenai pendamping pemulihan, tetapi keselamatan pasien tetap harus menjadi prioritas utama.

Jangan sampai keinginan menggunakan pengobatan alami justru membuat tanda-tanda DBD berat terlambat ditangani. (kangtop)